Berita Terbaru
BAZNAS Bantu Warga Dengan Gangguan Mental
Bandung (20/01), BAZNAS Kota Bandung memberikan bantuan kesehatan kepada Rizal (29) seorang warga yang tinggal di sebuah rumah kontrakan, di daerah Kelurahan Pelindung Hewan Kecamatan Astanaanyar Kota Bandung. Rizal merupakan seorang anak pertama dari tiga bersaudara, yang kini harus menjalani hidupnya di tempat rehabilitasi mental. Saat usia Rizal 17 tahun, merupakan awal mula dari kondisi yang dialaminya saat ini.
Semua itu terjadi berawal ketika Rizal pindah sekolah ke Kota Tasikmalaya, pada saat Rizal duduk di kelas 2 SMK. Ketika itu Rizal tinggal bersama sanak keluarga di Tasik, dan pada suatu ketika Rizal diberi janji oleh keluarganya bahwa akan diberi laptop untuk kebutuhan sekolahnya. Namun janji tersebut tak kunjung di tepati, hingga pada akhirnya hal tersebut menjadi sebuah kekecewaan yang sangat mendalam bagi Rizal. Menurut orangtua Rizal, rasa kecewa itulah yang membuat kondisi Rizal menjadi seperti sekarang ini.
Ibunda Rizal merupakan seorang pegawai pabrik yang kini sudah tidak lagi bekerja, karena di PHK. Ayahnya sudah meninggal sejak Rizal berusia 2 Tahun, kini Rizal hanya tinggal bersama Ibu dan adiknya. Untuk saat ini, kebutuhan hidup keluarga Rizal ditanggung oleh adik perempuan Rizal yang kini bekerja di luar kota. di Kota Bandung ini mereka hanya hidup berdua tanpa sanak keluarga.
Melihat hal tersebut, BAZNAS Kota Bandung di dampingi oleh TKSK Kecamatan Astanaanyar, memberikan bantuan pengobatan kepada Rizal sebesar 5 Juta Rupiah, untuk biaya pengobatan Rizal dalam masa menjalani rehabilitasi di Yayasan Pondok Nurani Cipanas Bogor. Hal tersebut dilakukan karena berdasarkan laporan dari TKSK dan warga sekitar, kondisi Rizal sudah mulai meresahkan keluarga dan masyarakat. Rizal tidak mau mandi, bahkan Rizal tidak betah berada di rumah, selalu berada di jalanan terutama selalu ada di tengan jalan raya lampu merah dan hal tersebut sangat membahayakan diri Rizal. Namun masih ada sisi penurut dalam diri Rizal, ia masih bisa mengaji dan bisa adzan di masjid. Maka akhirnya BAZNAS Kota Bandung yang didampingi TKSK Kecamatan Astanaanyar membawa Rizal ke Yayasan tersebut untuk menjalani rehabilitasi.
Semoga dengan adanya proses rehabilitasi yang dijalani Rizal, dapat membuat ia lebih baik dari kondisi sebelumnya, karena ditempat rehabilitasi Rizal akan mendapatkan perawatan yang lebih baik, juga akan mendapatkan pendidikan keagamaan untuk menunjang proses penyembuhannya.
Sahabat BAZNAS, mari sama-sama saling membantu untuk saudara kita yang membutuhkan dan masyarakat Kota Bandung yang mengalami hal yang serupa, dengan menitipkan zakat infak dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Bandung.
(baznasktbdg)
BERITA17/02/2025 | Ayuni Purwandari
Zakat Penghasilan dan Bagaimana Cara Menghitungnya
Zakat penghasilan atau yang dikenal juga sebagai zakat profesi; zakat pendapatan adalah bagian dari zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan / penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah. Nishab zakat penghasilan sebesar 85 gram emas per tahun. Kadar zakat penghasilan senilai 2,5%.
Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan, penghasilan yang dimaksud ialah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lainnya yang diperoleh dengan cara halal, baik rutin seperti pejabat negara, pegawai, karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.
Nishab dan Kadar Zakat Penghasilan
Zakat penghasilan dikeluarkan dari harta yang dimiliki pada saat pendapatan/ penghasilan diterima oleh seseorang yang sudah dikatakan wajib zakat. Lalu siapa orang yang wajib menunaikan zakat penghasilan?
Seseorang dikatakan sudah wajib menunaikan zakat penghasilan apabila ia penghasilannya telah mencapai nishab zakat pendapatan sebesar 85 gram emas per tahun. Hal ini juga dikuatkan dalam SK Ketua BAZNAS Nomor 13 Tahun 2025 Tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2025, bahwa;
Nishab zakat pendapatan / penghasilan pada tahun 2025 adalah senilai 85 gram emas atau setara dengan Rp85.685.972,- (delapan puluh lima juta enam ratus delapan puluh lima ribu sembilan ratus tujuh puluh dua rupiah)/tahun atau Rp7.140.498,00 (tujuh juta seratus empat puluh ribu empat ratus sembilan puluh delapan rupiah)/bulan.
Dalam praktiknya, zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap bulan dengan nilai nishab perbulannya adalah setara dengan nilai seperduabelas dari 85 gram emas (seperti nilai yang tertera di atas) dengan kadar 2,5%. Jadi apabila penghasilan setiap bulan telah melebihi nilai nishab bulanan, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5% dari penghasilannya tersebut
Ada banyak jenis profesi dengan pembayaran rutin maupun tidak, dengan penghasilan sama dan tidak dalam setiap bulannya. Jika penghasilan dalam 1 bulan tidak mencapai nishab, maka hasil pendapatan selama 1 tahun dikumpulkan atau dihitung, kemudian zakat ditunaikan jika penghasilan bersihnya sudah cukup nishab.
Nishab Zakat Penghasilan
85 gram emas
Kadar Zakat Penghasilan
2,5%
Haul
1 tahun
Cara menghitung Zakat Penghasilan:
2,5% x Jumlah penghasilan dalam 1 bulan
Contoh:
Jika harga emas pada hari ini sebesar Rp938.099/gram, maka nishab zakat penghasilan dalam satu tahun adalah Rp79.292.978,-. Penghasilan Bapak Fulan sebesar Rp10.000.000/ bulan, atau Rp120.000.000,- dalam satu tahun. Artinya penghasilan Bapak Fulan sudah wajib zakat. Maka zakat Bapak Fulan adalah Rp250.000,-/ bulan.
Tunaikan zakat penghasilan Anda melalui BAZNAS dengan cara transfer via rekening:
BJB Syariah : 5460102007270
Mandiri : 1300030002722
a.n. BAZNAS Kota Bandung
BERITA17/02/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Zakat Maal
Zakat maal berarti zakat yang dikenakan atas segala jenis harta, yang secara zat maupun substansi perolehannya tidak bertentangan dengan ketentuan agama. Maal berasal dari kata bahasa Arab artinya harta atau kekayaan (al-amwal, jamak dari kata maal) adalah “segala hal yang diinginkan manusia untuk disimpan dan dimiliki” (Lisan ul-Arab). Menurut Islam sendiri, harta merupakan sesuatu yang boleh atau dapat dimiliki dan digunakan (dimanfaatkan) sesuai kebutuhannya.
Sebagai contoh, zakat maal terdiri atas simpanan kekayaan seperti uang, emas, surat berharga, penghasilan profesi, aset perdagangan, hasil barang tambang atau hasil laut, hasil sewa aset dan lain sebagainya.
Sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Dr. Yusuf Al-Qardhawi dalam kitabnya Fiqh uz-Zakah, zakat maal meliputi:
Zakat simpanan emas, perak, dan barang berharga lainnya;
Zakat atas aset perdagangan;
Zakat atas hewan ternak;
Zakat atas hasil pertanian;
Zakat atas hasil olahan tanaman dan hewan;
Zakat atas hasil tambang dan tangkapan laut;
Zakat atas hasil penyewaan asset;
Zakat atas hasil jasa profesi;
Zakat atas hasil saham dan obligasi.
Begitupun dengan yang dijelaskan di dalam UU No. 23 Tahun 2011, zakat maal meliputi;
Emas, perak, dan logam mulia lainnya;
Uang dan surat berharga lainnya;
Perniagaan
Pertanian, perkebunan, dan kehutanan;
Peternakan dan perikanan
Pertambangan
Perindustrian
Pendapatan dan jasa; dan
Rikaz
Adapun syarat harta yang terkena kewajiban zakat maal yaitu sebagai berikut:
Kepemilikan penuh
Harta halal dan diperoleh secara halal
Harta yang dapat berkembang atau diproduktifkan (dimanfaatkan)
Mencukupi nishab
Bebas dari hutang
Mencapai haul
Atau dapat ditunaikan saat panen
BERITA17/02/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Tentang Zakat, Jenis Zakat, dan Asnaf Penerima Zakat
Zakat berasal dari bentuk kata "zaka" yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Dinamakan zakat, karena di dalamnya terkandung harapan untuk memperoleh berkah, membersihkan jiwa dan memupuknya dengan berbagai kebaikan (Fikih Sunnah, Sayyid Sabiq: 5)
Makna tumbuh dalam arti zakat menunjukkan bahwa mengeluarkan zakat sebagai sebab adanya pertumbuhan dan perkembangan harta, pelaksanaan zakat itu mengakibatkan pahala menjadi banyak. Sedangkan makna suci menunjukkan bahwa zakat adalah mensucikan jiwa dari kejelekan, kebatilan dan pensuci dari dosa-dosa.
Dalam Al-Quran disebutkan, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka” (QS. at-Taubah [9]: 103).
Menurut istilah dalam kitab al-Hâwî, al-Mawardi mendefinisikan zakat dengan nama pengambilan tertentu dari harta tertentu, menurut sifat-sifat tertentu dan untuk diberikan kepada golongan tertentu. Orang yang menunaikan zakat disebut Muzaki. Sedangkan orang yang menerima zakat disebut Mustahik.
Sementara menurut Peraturan Menteri Agama No. 52 Tahun 2014, Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha yang dimiliki oleh orang Islam untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam.
Zakat dikeluarkan dari harta yang dimiliki. Akan tetapi, tidak semua harta terkena kewajiban zakat. Syarat dikenakannya zakat atas harta di antaranya:
Harta tersebut merupakan barang halal dan diperoleh dengan cara yang halal;
Harta tersebut dimiliki penuh oleh pemiliknya;
Harta tersebut merupakan harta yang dapat berkembang;
Harta tersebut mencapai nishab sesuai jenis hartanya;
Harta tersebut melewati haul; dan
Pemilik harta tidak memiliki hutang jangka pendek yang harus dilunasi.
Asnaf (8 Golongan) Penerima Zakat
Sebagai instrumen yang masuk dalam salah satu Rukun Islam, zakat tentu saja memiliki aturan mengikat dari segi ilmu fiqihnya, salah satu diantaranya adalah kepada siapa zakat diberikan.
Dalam QS. At-Taubah ayat 60, Allah memberikan ketentuan ada delapan golongan orang yang menerima zakat yaitu sebagai berikut:
Fakir, mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.
Miskin, mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar kehidupan.
Amil, mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
Mualaf, mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah.
Riqab, budak atau hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya.
Gharimin, mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya.
Fisabilillah, mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya.
Ibnu Sabil, mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah.
Jenis Zakat
Secara umum zakat terbagi menjadi dua jenis, yakni zakat fitrah dan zakat mal. Zakat Fitrah (zakat al-fitr) adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa baik lelaki dan perempuan muslim yang dilakukan pada bulan Ramadhan.
Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas segala jenis harta, yang secara zat maupun substansi perolehannya, tidak bertentangan dengan ketentuan agama. Sebagai contoh, zakat mal terdiri atas uang, emas, surat berharga, penghasilan profesi, dan lain-lain, sebagaimana yang terdapat dalam UU No. 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Menteri Agama No. 52 Tahun 2014 yang telah diubah dua kali dengan perubahan kedua adalah Peraturan Menteri Agama No. 31/2019, dan pendapat Syaikh Dr. Yusuf Al-Qardhawi serta para ulama lainnya.
Zakat mal sebagaimana dimaksud pada paragraf di atas meliputi:
1.
Zakat emas, perak, dan logam mulia lainnya
Adalah zakat yang dikenakan atas emas, perak, dan logam lainnya yang telah mencapai nisab dan haul.
2.
Zakat atas uang dan surat berharga lainnya
Adalah zakat yang dikenakan atas uang, harta yang disetarakan dengan uang, dan surat berharga lainnya yang telah mencapai nisab dan haul.
3.
Zakat perniagaan
Adalah zakat yang dikenakan atas usaha perniagaan yang telah mencapai nisab dan haul.
4.
Zakat pertanian, perkebunan, dan kehutanan
Adalah zakat yang dikenakan atas hasil pertanian, perkebunan dan hasil hutan pada saat panen.
5.
Zakat peternakan dan perikanan
Adalah zakat yang dikenakan atas binatang ternak dan hasil perikanan yang telah mencapai nisab dan haul.
6.
Zakat pertambangan
Adalah zakat yang dikenakan atas hasil usaha pertambangan yang telah mencapai nisab dan haul.
7.
Zakat perindustrian
Adalah zakat atas usaha yang bergerak dalam bidang produksi barang dan jasa.
8.
Zakat pendapatan dan jasa
Adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan yang diperoleh dari hasil profesi pada saat menerima pembayaran, zakat ini dikenal juga sebagai zakat profesi atau zakat penghasilan.
9.
Zakat rikaz
Adalah zakat yang dikenakan atas harta temuan, dimana kadar zakatnya adalah 20%.
BERITA17/02/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Orangtua Sampai Jual Rumah Demi Kesembuhan Rayhan
Jum’at (29/11), BAZNAS Kota Bandung telah menyalurkan bantuan kesehatan kepada Rayhan Ambiya (21) warga Kelurahan Kebon Kangkung Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung. Rayhan merupakan seorang anak bungsu dari dua bersaudara yang kini harus menjalani hidupnya dengan satu kaki, kecelakaan dua tahun lalu yang membuatnya kini harus bertahan hidup dalam kondisi seperti saat ini.
Semua itu terjadi awalnya ketika Rayhan pergi bersama teman-temanya ke daerah caringin tilu, ketika Rayhan dan teman-temanya akan pulang, pada kondisi jalan turunan yang curam, motor yang dikendarai Rayhan mengalami Rem blong dan akhirnya menabrak benteng. Sejak kejadian tersebut, Rayhan pun tak sadarkan diri selama kurang lebih satu bulan, karena mengalami pendarahan di otaknya. Setelah pulang ke rumah selama satu minggu, Ia pun baru sadar jika Ia telah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan harus kehilangan satu kakinya.
Kaki Rayhan harus di amputasi karena terjadi infeksi yang cukup parah, dan pembuluh darah yang ada di kakinya itu sudah tidak berfungsi. Jika tidak dilakukan tindakan amputasi, infeksinya akan menyebar hingga ke jantung. Hal tersebut merupakan masa kritis dalam hidupnya yang harus Ia terima, bahkan untuk keluarganya, terutama kedua orangtuanya yang sangat berusaha memberikan perawatan terbaik untuk pengobatan Rayhan. Hingga orangtuanya pun menjual satu-satu nya rumah mereka, untuk kesembuhan anaknya. Maka kini Rayhan dan keluarganya tinggal di rumah kakeknya. Rayhan pun masih memerlukan pengobatan karena masih harus dilakukan tindakan operasi, namun hingga saat ini Rayhan masih menunggu jadwal untuk tindakan operasi tersebut.
Kecelakaan membuat Rayhan pun berhenti dari pekerjaannya. Orangtua Rayhan yang hanya berjualan masakan di rumahnya, dengan penghasilan yang didapat hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Rayhan yang memiliki kondisi terbatas, tak membuatnya putus asa dan menyerah, sudah selama satu tahun ini Rayhan pun berjualan Es Teh di depan rumahnya. Rayhan berjualan Es Teh tersebut dengan dibayar sebesar 50 ribu per hari oleh temannya, karena barang yang Ia jual merupakan milik temannya dan setiap harinya Ia memberikan setoran hasil jualan Es Teh tersebut kepada temannya.
Rayhan seorang anak yang selalu bersemangat, Ia tetap kuat menjalani kehidupannya dan selalu berusaha agar hidupnya lebih baik lagi. Dengan kondisinya saat ini, dan melihat ketegaran juga semangat yang dimiliki Rayhan maka BAZNAS Kota Bandung terketuk untuk memberikan bantuan berupa kaki palsu bagi Rayhan.
“Saya ucapkan terimakasih kepada BAZNAS Kota Bandung dan para Muzaki yang telah menitipkan zakat, infak, dan sedekahnya karena telah memberikan kaki palsu yang bisa saya gunakan buat aktivitas sehari-hari.” Ungkap Rayhan
BAZNAS Kota Bandung berharap dengan adanya kaki palsu ini, Rayhan dapat menjalani aktivitas sehari-harinya dengan lebih baik lagi dan membuatnya kembali nyaman. Rayhan masih memiliki cita-cita untuk bisa bekerja agar dapat membantu kebutuhan ekonomi keluarga.
Sahabat BAZNAS, mari sama-sama saling membantu untuk saudara kita yang membutuhkan dan masyarakat Kota Bandung yang mengalami hal yang sama, dengan menitipkan zakat infak dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Bandung.
(baznasktbdg)
BERITA09/12/2024 | Ayuni Purwandari
BAZNAS Kota Bandung Bantu Paket Sekolah Untuk Siswa Siswi Kurang Mampu
Jum’at, (01/11), BAZNAS Kota Bandung menyalurkan bantuan paket sekolah sebanyak 17 paket, dalam program Bandung Cerdas BAZNAS Kota Bandung. Bantuan yang disalurkan Senilai Rp.9.176.600,- tersebut, akan diberikan kepada Siswa dan Siswi Sekolah Dasar Negeri Margahayu Utara Kota Bandung.
Terdapat 17 Orang siswa yang akan menerima paket sekolah, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6, dengan siswa siswi yang memiliki kondisi ekonomi menengah kebawah. Pemberian paket sekolah ini di dasari oleh kondisi siswa dan siswi di sekolah tersebut, yang saat ini terlihat menggunakan seragam, sepatu dan peralatan sekolah yang sudah tidak layak untuk digunakan, karena kondisi ekonomi keluarganya yang pas-pasan.
Melihat keadaan tersebut BAZNAS Kota Bandung pun tergerak untuk memberikan sebanyak 17 paket sekolah yang berisi diantaranya Seragam, Sepatu, Buku Tulis, Alat Tulis, Tempat Pensil hingga Tas yang merupakan paket sekolah dari BAZNAS Kota Bandung untuk para Siswa dan Siswi tersebut.
"Alhamdullilah Anak-anak senang sekali merasa terbantu dengan adanya bantuan paket sekolah ini, dan Kepala Sekolah Juga Mengucapkan Terimakasih Kepada BAZNAS Kota Bandung untuk bantuannya.” Ungkap Ibu Wulan Wakil Ketua Komite Sekolah SDN Margahayu Utara
Bantuan Paket Sekolah menjadi hadiah bagi para siswa dan siswi tersebut agar mereka selalu dapat bersemangat dalam menjalani hari-harinya di sekolah. Juga dapat terus belajar dengan rajin dan tekun untuk menggapai cita-cita yang diimpikan.
Kepedulian kita kebahagiaan bagi mereka, Mari sama-sama saling membantu untuk saudara kita yang membutuhkan, dengan menitipkan zakat, infak dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Bandung.
(baznasktbdg)
BERITA28/11/2024 | Ayuni Purwandari
Kecelakaan Membuat Ibu Euis Supartini Berhenti Jadi Ojek Online
Kamis (31/10), BAZNAS Kota Bandung mendistribusikan bantuan kesehatan kepada Ibu Euis Supartini (46), warga Ancol Timur 1 Kelurahan Ancol Kecamatan Regol Kota Bandung. Ibu Euis merupakan seorang ojek online yang memiliki tiga orang anak, dan saat ini kondisinya tidak dapat berjalan karena mengalami kecelakaan tunggal pada tanggal 19 Oktober 2024 di daerah Cimenyan Kabupaten Bandung. Saat itu Ibu Euis sedang mengantarkan paket orderan konsumennya, kemudian motor yang dikendarainya mengalami rem blong, dengan kondisi jalan yang menurun, akhirnya Ibu Euis membanting stir motornya ke pembatas jalan agar motornya dapat berhenti.
Sejak tahun 2017 Ibu Euis Supartini sudah mulai melakoni pekerjaan sebagai driver ojek online, karena kondisi ekonomi keluarganya yang pas-pasan dan masih banyak membutuhkan biaya. Suami Ibu Euis pun seorang driver ojek online, yang sama setiap harinya menjalani profesi tersebut. Ibu Euis dan suami tinggal di sebuah rumah kontrakan bersama 3 orang anaknya, dan terdapat salah satu anak Ibu Euis yang masih membutuhkan banyak biaya untuk sekolah karena masih duduk di kelas 2 SMP.
Saat ini kondisi Ibu Euis masih belum bisa beraktivitas seperti semula, bahkan untuk berjalan pun tidak bisa karena mengalami patah tulang di kaki sebelah kanannya. Ibu Euis menjalani pengobatan alternatif ke bengkel patah tulang setiap satu minggu dua kali, dan sudah sebanyak lima kali Ibu Euis bolak balik ke bengkel patah tulang untuk menjalani pengobatan. Dalam satu kali berobat Ibu Euis mengelurakan biaya hingga 450 Ribu Rupiah.
Melihat kondisi Ibu Euis Supartini BAZNAS Kota Bandung bersama stakeholder Kelurahan Ancol membantu Ibu Euis, dengan memberikan bantuan pengobatan sebesar Rp.2.500.000,- melalui program Bandung Sehat BAZNAS Kota Bandung. Melalui bantuan tersebut BAZNAS Kota Bandung berharap dapat meringankan Ibu Euis dalam proses pemulihan kondisi kesehatannya agar dapat beraktivitas kembali seperti semula.
“Saya sangat berterimakasih kepada BAZNAS Kota Bandung yang telah membantu meringankan biaya pengobatan untuk kaki saya yang mengalami patah tulang karena kecelakaan.” Ungkap Ibu Euis Supartini
Sahabat BAZNAS mari sama-sama saling membantu saudara kita yang membutuhkan dan masyarakat Kota Bandung yang mengalami hal yang sama, dengan menitipkan zakat infak dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Bandung.
(baznasktbdg)
BERITA21/11/2024 | Ayuni Purwandari
Kolaborasi BAZNAS Kota Bandung Bersama Bandung AIDS Coalition Luncurkan Program “Tebar Cinta Akhiri AIDS”
Bandung 10/10/2024, BAZNAS Kota Bandung berkolaborasi dengan Bandung AIDS Coalition luncurkan program “Tebar Cinta Akhiri AIDS”. program “Tebar Cinta Akhiri AIDS” merupakan program jangka panjang di masa depan yang bertujuan untuk memberikan bantuan nyata bagi segala upaya penanggulangan HIV di Kota Bandung.
Acara soft launching “Tebar Cinta Akhiri AIDS” dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS Kota Bandung, Ketua Bandung AIDS Coalition, Para Stakeholder, Para Pimpinan Perusahaan, dan Para Pimpinan Lembaga. Acara tersebut dilaksanakan di Aula Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung Jl.Seram No.2 Citarum, Bandung Wetan Kota Bandung pada hari kamis (10/10). Dalam acara tersebut ada Talkshow yang menghadirkan tiga orang narasumber yaitu Ketua P2PM Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sekertaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung dan Direktur Executive Konsil LSM Indonesia yang di pandu langsung oleh Eddi Brokoli.
Program “Tebar Cinta Akhiri AIDS” merupakan bentuk dukungan untuk penanggulangan HIV-AIDS, diantaranya sebagai bentuk dukungan untuk Obat dan Perawatan, agar mereka yang hidup dengan HIV dapat menerima pengobatan dan perawatan yang layak. Juga sebagai dukungan bagi kegiatan penyuluhan dan edukasi, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan penanggulangan HIV, guna menjaga kesehatan dan kehidupan bersama. Dan sebagai dukungan Psikososial, untuk memberikan pendampingan dan dukungan bagi mereka yang terpinggirkan akibat stigma sosial. Serta sebagai dukungan pendidikan dan ekonomi, guna memberikan bantuan untuk menunjang pendidikan dan ekonomi mereka yang hidup dengan HIV yang masih belum bisa memenuhi kebutuhannya.
Melalui program ini, BAZNAS Kota Bandung dan Bandung AIDS Coalition mencoba untuk mengaplikasikan nilai-nilai persaudaraan dan kemanusiaan untuk terlibat dalam penanggulangan HIV dan memberikan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Program ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak maka dengan ini BAZNAS Kota Bandung memfasilitasi masyarakat untuk turut serta dalam program ini melalui berbagai channel diantaranya donasi digital.
“Program ini muncul berawal dari keresahan kami yang setiap hari diskusi mengenai bagaimana cara penanggulangan HIV AIDS, karena ternyata banyak sekali kasus HIV ini yg belum terpotret oleh kita semua, ada beberapa ide dalam bagaimana program ini dapat berjalan dan pasti perlu dana, juga dukungan lainnya. Sebenarnya ide program ini adalah hasil diskusi dengan BAZNAS Kota Bandung maka jadilah Crowdfunding ini.” Pungkas Ogan Akbar Syamsu Bandung AIDS Coalition
Dengan adanya program “Tebar Cinta Akhiri AIDS” menjadi upaya BAZNAS Kota Bandung bersama Bandung AIDS Coalition untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama bagi mereka yang berjuang hidup dengan HIV, hal ini sekaligus juga untuk peningkatan dakwah zakat sebagai sarana optimalisasi pengelolaan zakat di Kota Bandung.
(baznasktbdg)
BERITA16/10/2024 | Ayuni Purwandari
Rumah Bilik Pa Dadang Kini Akan di Bedah dengan Program Rumah Layak Huni BAZNAS
Bandung, (04/10) BAZNAS Kota Bandung menyalurkan Program Bandung Peduli berupa bantuan Rumah Layak Huni BAZNAS, bantuan tersebut diberikan kepada Bapak Dadang (52), warga Kampung Sekekuda RT.01 RW.07 Kelurahan Mekarwangi Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung. Penyerahan bantuan Rumah Layak Huni BAZNAS diserahakan langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Bandung dan dihadiri pula oleh Sekertaris Lurah Kecamatan Bojongloa Kidul.
Melihat kondisi rumah Pak Dadang yang masih terbuat dari bilik bambu, atap rumah selalu bocor jika hujan dan tidak memiliki jamban menjadi perhatian BAZNAS Kota Bandung untuk membantu Pak Dadang melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS ini sebesar Rp.25.000.000, agar Pak Dadang dapat memiliki tempat tinggal yang layak untuk di huni
Dalam rumah tersebut Pak Dadang tinggal bersama seorang istri dan tiga orang anak. Pak Dadang merupakan seorang buruh harian lepas di sebuah bengkel cat duco, dengan penghasilan hanya 100 ribu rupiah per hari dan tidak setiap hari Pak Dadang bekerja di tempat tersebut karena beliau hanya bekerja jika ada panggilan kerjaan saja. Saat ini Pak Dadang masih memiliki anak yang bersekolah di bangku SMP yang membutuhkan banyak biaya, namun dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan Pak Dadang selalu ingin memberikan yang terbaik bagi keluarganya.
Melihat perjuangan dan kekuatan Pak Dadang dalam menjalani kehidupannya, maka BAZNAS Kota Bandung terketuk untuk memberikan bantuan rumah layak huni BAZNAS kepada Pak Dadang, dan selama beberapa hari kedepan akan dilakukan proses pembedahan rumah Pak Dadang, BAZNAS Kota Bandung berharap agar proses pembedahan rumahnya diberikan kelancaran dan kemudahan, sehingga Pak Dadang dan keluarga dapat memiliki rumah yang layak untuk tempat beristirahat setelah beraktivitas.
“Alhamdullilah, Saya Pak Dadang, Saya mendapatkan bantuan rumah layak huni BAZNAS, saya ucapkan terimakasih kepada BAZNAS dan seluruh Muzaki yang telah menitipkan zakatnya melalui BAZNAS.” Ungkap Pak Dadang
Sahabat BAZNAS, masih banyak di luar sana yang seperti Bapak Dadang, Maka kami mengajak Sahabat BAZNAS, untuk sama-sama membantu mereka dengan menitipkan Zakat, Infaq dan Sedekahnya Melalui BAZNAS Kota Bandung.
(baznasktbdg)
BERITA13/10/2024 | Ayuni Purwandari
Pembukaan Acara Pembinaan Mahasiswa Beasiswa Cendekia Bintang Talenta BAZNAS Kota Bandung
Bandung, (13/09) BAZNAS Kota Bandung kembali menerima sebanyak 35 mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Bintang Talenta, 30 mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Reguler dan 16 mahasiswa penerima Bantuan Pendidikan Cendekia BAZNAS Kota Bandung.
Beasiswa Cendekia Bintang Talenta BAZNAS Kota Bandung merupakan salah satu program beasiswa pendidikan tinggi, bagi mahasiswa yang sedang menempuh studi tingkat Sarjana (S-1) di kampus yang ada di Kota Bandung. Acara pembukaan pembinaan mahasiswa Beasiswa Cendekia Bintang Talenta BAZNAS Kota Bandung, dilaksanakan di Graha Kadin Kota Bandung Jl.Talaga Bodas No.56. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kota Bandung, Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Bandung, dan Direktur Executive Kadin Kota Bandung.
Dalam sambutannya Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Bandung yang dalam hal tersebut mewakili Ketua BAZNAS Kota Bandung menyampaikan, bahwa para penerima beasiswa harus bersyukur atas apa yang telah mereka dapatkan, karena Beasiswa Cendekia Bintang Talenta BAZNAS Kota Bandung bukan hanya sekedar mendapatkan uang beasiswa saja, tapi disini para mahasiswa akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan Dakwah, Leadership dan Enterpreneurship agar kedepannya para mahasiswa Beasiswa Cendekia Bintang Talenta BAZNAS Kota Bandung dapat menjadi Da’i zakat yang professional.
Selain itu, dalam acara tersebut terdapat pembekalan dan pengarahan dari Wakil Ketua I BAZNAS Kota Bandung mengenai orientasi program Beasiswa Cendekia Bintang Talenta BAZNAS Kota Bandung juga dari Direktur Executive Kadin Kota Bandung mengenai skema inkubator bisnis bagi para mahasiswa. Ada pula Bimtek mengenai aplikasi sekolah virtual yang nantinya akan digunakan oleh para mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Bintang Talenta BAZNAS Kota Bandung selama menjalani proses pembinaan.
Dengan adanya program Bandung Cerdas BAZNAS Kota Bandung, melalui kegiatan pemberian beasiswa dan pembinaan mahasiswa Cendekia Bintang Talenta BAZNAS Kota Bandung, BAZNAS Kota Bandung berharap mahasiswa penerima beasiswa tersebut, dapat menjadi jembatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kota Bandung.
(baznasktbdg)
BERITA10/10/2024 | Ayuni Purwandari
BAZNAS Serahkan 120 Mushaf Al-Quran di Enam Masjid Wilayah Kecamatan Andir
Bandung, (02/10) Melalui program Bandung Taqwa, BAZNAS Kota Bandung menyalurkan bantuan mushaf Al-Qur’an bersama MUI Kecamatan Andir untuk disalurkan kepada 6 DKM yang ada di wilayah kecamatan Andir. Para penerima mushaf Al-Qur’an tersebut diantaranya DKM Riyadhul Jannah Kelurahan Campaka, DKM AT-Taufiq Kelurahan Maleber, DKM AL-Ma’arif Kelurahan Garuda, DKM AL-Fatah Kelurahan Dunguscariang, DKM AT-Taqwa Kelurahan Ciroyom, dan DKM Miftahul Jannah Kelurahan Kebon Jeruk.
Acara penyerahan mushaf Al-Qur’an tersebut, dilaksanakan di Masjid Riyadhul Jannah Perumahan Cendrawasih kelurahan Campaka Kecamatan Andir Kota Bandung. Dalam acara tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Bandung, Ketua MUI Kecamatan Andir, para Ketua DKM Masjid penerima mushaf Al-Qur’an dan Ibu-ibu Majelis Taklim Masjid Riyadhul Jannah.
Selain penyerahan mushaf Al-Qur’an, dalam acara tersebut diadakan pula pengajian tilawah Al-Qur’an Ibu-ibu Majelis Taklim yang ada di wilayah kecamatan Andir. Al-Qur’an yang disalurkan kepada enam masjid tersebut, nantinya akan digunakan untuk kegiatan pengajian yang selalu diadakan di Masjid. BAZNAS Kota Bandung berharap, mushaf Al-Qur’an dapat bermanfaat bagi kegiatan keagamaan dan penyaluaran Mushaf Al-Qur’an ini merupakan dukungan BAZNAS Kota Bandung dalam kegiatan syiar dakwah islam di wilayah kota Bandung.
“Harapannya BAZNAS semakin berkembang dan dapat mengembangkan pengajian-pengajian atau majelis taklim yang ada di Kota Bandung, semoga yang zakat makin bertambah dan mustahik makin sejahtera, Terimakasih Muzaki.”Pungkas Drs. RE. Kusmana.,M.Pd (Ketua MUI Kecamatan Andir)
Dengan adanya penyaluran bantuan mushaf Al-Qur’an, menjadi semangat baru bagi para Ibu-ibu majelis taklim, untuk lebih menggiatkan kembali kegiatan pengajian rutin di lingkungan tersebut.
Sahabat BAZNAS mari sama-sama ulurkan tangan, untuk saling membantu dalam kebaikan, dengan menitipkan zakat, infak dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Bandung.
(baznasktbdg)
BERITA09/10/2024 | Ayuni Purwandari
Penyerahan 100 Paket Sembako dan 120 Kaleng Kornet Untuk Warga Terdampak Gempa Kabupaten Bandung Melalui BAZNAS Kabupaten Bandung
Bandung, (08/10) BAZNAS Kota Bandung menyerahkan bantuan bagi warga terdampak gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, bantuan tersebut diserahkan langsung oleh pimpinan BAZNAS Kota Bandung melalui BAZNAS Kabupaten Bandung pada Selasa, 08 Oktober 2024 di kantor BAZNAS Kabupaten Bandung.
Gempa bumi yang terjadi pada 18 September 2024 dengan kekuatan 5.0 Magnitudo, dan titik pusat gempa berada di Kecamatan.Kertasari Kabupaten Bandung, mengakibatkan rumah warga dan fasilitas umum termasuk sekolah juga rusak, sehingga tidak dapat digunakan untuk proses belajar para siswa di daerah tersebut. Dan sebanyak 6000 kepala keluarga yang terdampak akibat bencana alam tersebut.
Hingga pasca gempa saat ini, masih ada beberapa warga yang tinggal di tenda pengungsian ataupun di rumah saudaranya dan beberapa sekolah yang rusak pun saat ini para siswanya masih melaksanakan proses belajar mengajar di tenda, karena sekolah mereka masih belum bisa digunakan seperti semula.
Salah satu warga yang terdampak bencana gempa bumi yaitu Ibu Iyah Sariah (58), warga Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari yang saat ini masih tinggal di tenda pengungsian, karena rumah tempat tinggalnya runtuh dan kini sudah rata dengan tanah. Pada saat terjadi bencana gempa bumi Ibu Iyah Sariah langsung lari keluar rumah dan berteriak agar seluruh anggota keluarganya ikut keluar juga, namun salah satu anak Ibu Iyah Sariah yang memiliki balita tidak sempat untuk keluar rumah.
Dengan posisi sambil memeluk anak balitanya, anak Ibu Iyah Sariah pun pundaknya tertimpa oleh reruntuhan dan mengalami memar di bagian pundaknya. Juga salah satu mesin jahit yang digunakan Ibu Iyah Sariah untuk mendapatkan penghasilan pun kini rusak akbiat tertimpa reruntuhan tersebut. Namun meskipun dengan kondisi yang sangat memperihatinkan saat ini, Ibu Iyah Sariah masih tetap bersyukur karena seluruh keluarganya masih bisa terselamatkan.
Gempa Bumi yang terjadi dalam waktu beberapa detik tersebut, telah membuat beberapa warga di wilayah Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung kehilangan tempat tinggal, dan mata pencaharian. BAZNAS Kota Bandung berharap dengan adanya penyaluran bantuan 100 Paket Sembako dan 120 Kaleng Kornet melalui program Bandung Peduli BAZNAS Kota Bandung dapat menjadi hal yang sangat berarti bagi warga terdampak gempa dalam menghadapi masa-masa sulit saat ini.
Sahabat BAZNAS mari sama-sama ulurkan tangan, untuk saling membantu dalam kebaikan, agar saudara kita dapat bangkit dari musibah ini dengan menitipkan zakat, infak dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Bandung.
(baznasktbdg)
BERITA08/10/2024 | Ayuni Purwandari
Rini Seorang Single Parent, Jadi Buruh Cuci Hingga Jual Onde Untuk Hidupi Anak-anaknya
Bandung, (11/09) BAZNAS Kota Bandung menyalurkan Program Bandung Peduli berupa bantuan hidup dasar kepada Ibu Rini (42), seorang Ibu yang memiliki tujuh orang anak, warga Kampung Baru Kelurahan Cigending Kecamatan Ujungberung Kota Bandung.
Ibu Rini tinggal di sebuah rumah kontrakan bersama dua orang anak kembarnya, suaminya sudah meninggal hampir 6 tahun lamanya, lima orang anak Ibu Rini pun kini harus terpisah tinggal bersama Ibunya karena masalah biaya hidup. Hal tersebut membuat Ibu Rini harus tetap kuat dan berjuang untuk melanjutkan hidupnya bersama anak-anaknya.
Di Bandung Ibu Rini hidup sebatang kara tanpa sanak saudara, setiap hari Ibu Rini berjuang dengan berjualan Onde-onde, Pisang keju dan Nasi kuning, mulai dari jam 3 pagi pergi ke pasar kemudian lanjut berkeliling di daerah sekitar rumahnya, untuk menjajakan dagangannya tersebut. Selain berjualan, Ibu Rini pun terkadang mengambil pekerjaan menjadi buruh cuci dan pijat urut bagi tetangganya yang membutuhkan jasanya.
Ibu Rini terus bekerja setiap harinya tanpa kenal lelah, namun jika melihat kebutuhan hidup yang kini semakin banyak, terutama kebutuhan anak-anaknya untuk sekolah, membuat Ibu Rini belum bisa untuk mencukupi semua kebutuhan hidupnya tersebut. Ibu Rini bahkan sampai pernah menjual penanak nasi dan tabung gas untuk menyambung hidupnya.
Melihat ketegaran dan semangat Ibu Rini dalam menjalani takdir hidupnya, maka BAZNAS Kota Bandung tergerak untuk membantu Ibu Rini dengan menyalurkan program Bandung Peduli BAZNAS Kota Bandung, sebagai salah satu cara untuk membantu kebutuhan hidup dasar Ibu Rini, hal ini merupakan salah satu tujuan zakat yaitu meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.
“Alhamdullilah, Saya Ucapkan terimakasih kepada BAZNAS Kota Bandung dan seluruh Muzaki, berkat bantuannya saya dapat menambahkan separuh uangnya untuk nambah modal jualan saya” Ungkap Ibu Rini
Sahabat BAZNAS, Mari kita bantu masyarakat Kota Bandung yang mengalami hal yang sama, dengan menitipkan Zakat, Infaq dan Sedekahnya melalui BAZNAS Kota Bandung.
(baznasktbdg)
BERITA24/09/2024 | Ayuni Purwandari
Atap Hampir Ambruk, Rumah Ibu Karminah Kembali Nyaman
Bandung, (11/09) BAZNAS Kota Bandung menyalurkan Program Bandung Peduli berupa bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU). Bantuan RUTILAHU ini, diberikan kepada Ibu Karminah (68), warga Kelurahan Pasanggrahan Kecamatan Ujungberung Kota Bandung.
Melihat kondisi rumah Ibu Karminah yang sudah sangat memperihatinkan, rumah sudah terlihat miring, atap rumah hampir ambruk karena selalu bocor di sekeliling rumah pada saat hujan, pintu rumah yang sudah tidak layak, dan kondisi lantai rumah yang sudah rusak akibat septitank yang sudah rusak dan membutuhkan pembenahan.
Ibu dari sembilan orang anak yang telah menjalani kehidupan tanpa suami selama 15 tahun ini, merupakan seorang buruh tani yang memiliki penghasilan setiap tiga bulan sekali pada saat musim panen. Rumah Ibu Karminah sudah rusak dan tak layak selama hampir 5 tahun. Melihat kondisi rumah Ibu Karminah, pejabat RW setempat turut prihatin akan kondisi tersebut.
Melalui Ketua RW menjadi jalan Ibu Karminah untuk memperbaiki rumahnya, bersama pejabat Kelurahan dan RW setempat, BAZNAS Kota Bandung tergerak untuk membantu Ibu Karminah dalam perbaikan rumahnya yang sudah tak layak huni. Setelah dilakukan perbaikan rumah selama 11 hari, akhirnya kini rumah Ibu Karminah kembali layak dan nyaman untuk di huni. Ibu Karminah semakin tenang dalam beribadah dan menjalani hari-hari tuanya, karena rumah yang ditinggalinya kini menjadi tempat ternyaman untuk Ibu Karminah beristirahat setelah beraktivitas
“Alhamdullilah, Saya bersyukur sekali atas semua ini dan saya ucapkan terimakasih kepada BAZNAS Kota Bandung dan seluruh Muzaki yang telah menitipkan zakatnya melalui BAZNAS Kota Bandung” Ungkap Ibu Karminah
Sahabat BAZNAS, masih banyak di luar sana yang seperti Ibu Karminah, Maka kami mengajak Sahabat BAZNAS, untuk sama-sama membantu mereka dengan menitipkan Zakat, Infaq dan Sedekahnya Melalui BAZNAS Kota Bandung.
(baznasktbdg)
BERITA24/09/2024 | Ayuni Purwandari
BAZNAS Salurkan Paket Sekolah Untuk Yatim Senilai 9,9 Juta
Sabtu, (07/09), BAZNAS Kota Bandung menyalurkan bantuan paket sekolah sebanyak 33 paket, dalam program Bandung Cerdas BAZNAS Kota Bandung dengan nilai sebesar Rp.9.900.000,-. Bantuan tersebut disalurkan melalui Majelis Taklim Husnul Khotimah Warakawari PAC PEPABRI Kecamatan Gedebage. Majelis Taklim ini berada di Jalan Riung Sekar Kelurahan Cisaranten Kidul Kecamatan Gedebage Kota Bandung.
Paket sekolah nantinya akan diberikan kepada Anak-anak pengajian, yatim dan dhuafa yang berada di lingkungan Majelis Taklim tersebut. Majelis Taklim Husnul Khotimah Warakawari PAC PEPABRI Kecamatan Gedebage, merupakan sebuah wadah bagi warga, khususnya Ibu-ibu dan anak-anak untuk belajar mengaji dan belajar ilmu agama. Adanya Majelis Taklim ini bertujuan agar anak-anak yang belajar disana menjadi hafidz Qur’an.
Dalam rangka tahun ajaran baru, Majelis Taklim Husnul Khotimah Warakawari PAC PEPABRI Kecamatan Gedebage, ingin memberi paket sekolah kepada anak-anak agar lebih semangat dalam mengaji dan belajar agamanya. Bantuan paket sekolah yang diberikan berisi Tas Sekolah, Buku Tulis, Pulpen, Pensil, Pensil Warna, Penggaris, Tempat Pensil juga Tumbler.
“Terimakasih BAZNAS Kota Bandung, Terimakasih Muzaki”. Ungkap anak-anak Majelis Taklim Husnul Khotimah Warakawari PAC PEPABRI Kecamatan Gedebage
Kepedulian kita kebahagiaan bagi mereka, Mari sama-sama saling membantu untuk saudara kita yang membutuhkan, dengan menitipkan zakat, infak dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Bandung.
(baznasktbdg)
BERITA24/09/2024 | Ayuni Purwandari
Bakti Diki Kepada Ibu Wiwin Agar Dapat Kembali Mendengar
Selasa (03/09), BAZNAS Kota Bandung menyalurkan bantuan kesehatan kepada Ibu Wiwin Supartika (70), warga Babakan Irigasi Kelurahan Babakan Tarogong Kecamatan Bojongloa Kaler Kota Bandung. Ibu Wiwin merupakan seorang Ibu Rumah Tangga yang memiliki lima orang anak, yang saat ini kondisinya sulit untuk mendengar dengan jelas.
Melalui BAZNAS Kota Bandung, salah seorang anak Ibu Wiwin yang bernama Diki menggantungkan harapan agar Ibunya dapat kembali mendengar. Diki merupakan anak kelima Ibu Wiwin, Ia selalu berusaha memberikan pengobatan terbaik bagi Ibunya meski penghasilannya pas-pasan.
Sejak tahun 2017 Ibu Wiwin mulai rutin berobat ke Rumah Sakit karena menderita penyakit Diabetes stadium 2, bahkan Ibu Wiwin pernah ditemukan tak sadarkan diri di rumah oleh anak-anaknya, dan saat itu juga Ibu Wiwin dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan pemeriksaan hasilnya Ibu Wiwin mengalami pecah pembuluh darah dibagian sebelah kiri, yang mengakibatkan kini sulit untuk mendengar dengan jelas.
Diki sebagai anak, terus berjuang menjalani tahap demi tahap pengobatan untuk kesembuhan Ibunya, meski dengan keterbatasan ekonomi namun Diki yakin bahwa Ibunya akan kembali sehat dengan menjalani pengobatan secara rutin.
Melihat ketegaran dan perjuangan Diki agar Ibunya dapat kembali mendengar secara normal, BAZNAS Kota Bandung terketuk untuk memberikan bantuan kesehatan, berupa alat bantu dengar dengan harapan, alat bantu dengar tersebut dapat membantu Ibu Wiwin untuk menjalani hari tuanya dengan bahagia bersama anak dan cucunya.
“Saya sangat senang dan bersyukur sekali, dan saya ucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Bandung karena telah membantu Ibu saya untuk dapat kembali mendengar.” Ungkap Diki
Mari sama-sama saling membantu untuk saudara kita yang membutuhkan dan masyarakat Kota Bandung yang mengalami hal yang sama, dengan menitipkan zakat infak dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Bandung.
(baznasktbdg)
BERITA04/09/2024 | Ayuni Purwandari
BAZNAS Kota Bandung Bantu Alat Kesehatan Ambulan BONGSOR
Selasa, (30/07), BAZNAS Kota Bandung menyalurkan bantuan alat kesehatan, kepada Relawan BONGSOR (Bojongloa Sosial Respon) Kecamatan Bojongloa Kaler Kota Bandung, dengan memberi bantuan melalui program Bandung Sehat BAZNAS Kota Bandung. Bantuan berupa Strecher (Blankar) untuk Mobil Ambulan, yang selalu digunakan Relawan BONGSOR untuk membantu warga yang membutuhkan. Karena Strecher (Blankar) yang dimiliki oleh Relawan BONGSOR sudah patah dan telah dilas kondisinya saat ini, alat kesehatan tersebut sudah tak layak digunakan.
Melihat kondisi itu, BAZNAS Kota Bandung tergerak untuk membantu Relawan BONGSOR dalam kegiatan penanganan kesehatan, dengan memberikan bantuan Strecher (Blankar) tersebut. Relawan BONGSOR adalah Organisasi yang bergerak dibidang sosial dan kesehatan. Organisasi ini merupakan sinergitas dan kolaborasi dari TKSK, Karang Taruna, PSM, TP PKK, PMI, dan unsur masyarakat lainnya.
Relawan BONGSOR terbentuk sejak 28 Januari 2020 berdasarkan SK Camat Bojongloa Kaler, yang memiliki 30 Orang tim lapangan dan tersebar di 5 Kelurahan, di wilayah Kecamatan Bojongloa Kaler. Ini merupakan organisasi inovasi Kecamatan Bojongloa Kaler yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat tanggap, khususnya dalam hal Sosial dan Kesehatan secara sukarela.
Relawan BONGSOR memiliki layanan Ambulan gratis yang setiap harinya dapat mengantar warga yang membutuhkan penanganan kesehatan ke Rumah Sakit, hingga bisa mencapai 12 Orang per hari yang diantar oleh Ambulan tersebut.
“Terimakasih kepada BAZNAS Kota Bandung, sudah memberikan bantuan Strecher (Blankar) untuk Ambulan kami, ini sangat luar biasa dan sangat bermanfaat karena memang bantuan ini yang kita perlukan untuk membawa masyarakat dari rumah ke Rumah Sakit ataupun dari Rumah Sakit ke Rumah, sehingga bisa lebih bermanfaat untuk wilayah kami. Mudah-mudahan BAZNAS Kota Bandung makin banyak muzakinya karena terbukti kegiatannya disalurkan sesuai dengan ketentuan dan alhamdullilah di wilayah kami selain bantuan kesehatan ini, banyak juga bantuan lainnya yang diberikan oleh BAZNAS Kota Bandung kepada warga kami”. Ungkap Rudi Sugandi Ketua Relawan BONGSOR
Kepedulian kita kebahagiaan untuk mereka, Mari sama-sama saling membantu untuk saudara kita yang membutuhkan, dengan menitipkan zakat infak dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Bandung.
BERITA01/08/2024 | Ayuni Purwandari
Baznas Kota Bandung Adakan Pelatihan Craft Daur Ulang Limbah dan Kresek untuk Binaan P2WKSS RW 02 Kelurahan Sukagalih Kecamatan Sukajadi Kota Bandung
Pada tanggal 11 Juli 2024, Baznas Kota Bandung menyelenggarakan pelatihan daur ulang sampah yang produktif untuk binaan Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) di RW 02, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan baru dalam mengelola sampah rumah tangga sehingga dapat menghasilkan nilai ekonomi, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya diajarkan teknik-teknik daur ulang yang efektif, tetapi juga diberikan strategi pemasaran untuk menjual produk hasil daur ulang. Melalui bimbingan langsung dari para ahli, peserta akan belajar cara memanfaatkan platform online dan media sosial untuk memasarkan produk mereka, menciptakan brand yang menarik, dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Pelatihan ini mendukung beberapa SDGs penting: SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim Melalui daur ulang, pelatihan ini membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan dampak lingkungan lainnya, berkontribusi pada upaya global melawan perubahan iklim. SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan.
Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mendaur ulang sampah, menciptakan lapangan kerja baru, serta membantu menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Dengan strategi pemasaran yang tepat, hasil produksi peserta diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan dan berkelanjutan.
Baznas Kota Bandung terus berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat melalui berbagai program yang bermanfaat dan berkelanjutan, serta mendukung upaya masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
BERITA11/07/2024 | Jamal Purnama
Kado HJKB Ke-214, BAZNAS Kota Bandung Persembahkan Juara Umum BAZNAS Jabar Award 2024
BAZNAS Kota Bandung persembahkan Kado untuk Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-214 sebuah prestasi gemilang yaitu Juara Umum pada BAZNAS Jabar Award 2024.
BAZNAS Jabar Award 2024 ini dihadiri langsung oleh Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin dan Ketua BAZNAS RI, KH Noor Achmad yang diselenggarakan di Grand Sunshine Resort & Convention Jl. Raya Soreang Kabupaten Bandung, pada 10 Juli 2024.
Dalam BAZNAS Jabar Award 2024 mengumumkan Kota Bandung sebagai pemenang 7 dari 18 kategori yang diperlombakan, menjadikannya sebagai juara umum.
Daftar Penghargaan BAZNAS Kota Bandung pada BAZNAS Jabar Award 2024:
1. Juara Laporan Simba Terbaik
2. Juara Pengelolaan Lembaga Terbaik
3. Nominator Fungsi Pengawasan Terbaik
4. Nominator Pengelolaan SDM Terbaik
5. Nominator Pengelolaan Administrasi dan Kesekretariatan Terbaik
6. Nominator Humas dan Branding Terbaik
7. Nominator Nilai IZN Terbaik
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Bandung, Akhmad Roziqin menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih.
"Tentu kita sangat bersyukur atas penghargaan ini," ujar Akhmad, Rabu, 10 Juli 2024.
Penghargaan ini juga dipersembahkan kepada Pemerintah Kota Bandung atas dukungannya yang luar biasa, termasuk dukungan regulasi berupa instruksi Wali Kota untuk pembayaran zakat dari kalangan ASN.
"Oleh karena itu, BAZNAS Kota Bandung dalam kesempatan ini mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Bandung atas dukungannya yang luar biasa, sekaligus sebagai kado untuk HJKB yang Ke-214,” tambahnya.
Dengan apresiasi ini, diharapkan BAZNAS Kota Bandung dapat memberikan kontribusi yang lebih baik bagi Kota Bandung.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi BAZNAS Kota Bandung untuk terus meningkatkan kinerja pengelolaan zakat agar lebih amanah, profesional, dan akuntabel, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi warga Kota Bandung,” jelasnya.
Penghargaan ini menunjukkan dedikasi dan kerja keras BAZNAS Kota Bandung dalam mengelola zakat dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi lembaga zakat lainnya untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.” pungkasnya.
BERITA11/07/2024 | BAZNAS Kota Bandung
BAZNAS Bersama Organisasi Pengelola Zakat di Kota Bandung Merumuskan Resolusi Pengembangan Zakat
Bandung (03/07), BAZNAS Kota Bandung bersama Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, menyelenggarakan Rapat Koordinasi Zakat Kota Bandung, yang dilaksanakan di Grand Asrilia Hotel Turangga, Lengkong, Kota Bandung. Acara tersebut digelar bertujuan untuk membangun pola sinergitas penanggulanan kemiskinan di Kota Bandung, serta memperkuat silaturahim antar Organisasi Pengelola Zakat yang berada di Kota Bandung.
Acara tersebut dihadiri oleh Kasi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Pimpinan BAZNAS Kota Bandung, Direktur Perencanaan Zakat Nasional BAZNAS Republik Indonesia Dr. Ahmad Hambali, S.Ag.,MH, dalam materinya Pak Ahmad Hambali memaparkan bahwa, Lembaga zakat harus memiliki program yang inovatif, untuk mencapai tujuan substantif yaitu pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat, namun sebelum mencapai tujuan substantif tersebut Lembaga zakat harus mencapai tujuan teknis pengelolaan zakat yaitu zakat dikelola secara efektif, zakat dilaksanakan secara efisien dan memiliki ukuran manfaat zakat.
Rapat Koordinasi Zakat Kota Bandung, dihadiri juga oleh 21 LAZ tingkat Nasional dan Provinsi yang berdomisili di Kota Bandung, juga LAZ tingkat Kota Bandung. Acara tersebut diselenggarakan dengan konsep pemaparan materi, curah gagasan, dan sharing ide untuk menyusun kebijakan strategis, bagi pengembangan zakat di Kota Bandung.
Setelah pemaparan materi dan diskusi, dalam acara tersebut akhirnya menghasilkan Resolusi Rapat Koordinasi Zakat Kota Bandung, dengan penandatanganan Resolusi oleh Kemenag Kota Bandung, BAZNAS Kota Bandung dan LAZ yang hadir pada acara tersebut. Penandatanganan Resolusi Rapat Koordinasi Zakat Kota Bandung, merupakan salah satu langkah para Organisasi Pengelola Zakat yang berada di Kota Bandung, untuk pengembangan Zakat di Kota Bandung, sebagai instrument pembangunan masyarakat.
(baznasktbdg)
BERITA05/07/2024 | Ayuni Purwandari

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
