WhatsApp Icon
Maulid Nabi, Momentum meningkatkan Cinta Kepada Rasulullah

Maulid Nabi adalah peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan, keimanan, dan kepatuhan umat Islam kepada Rasulullah melalui berbagai kegiatan seperti membaca sirah Nabi, bershalawat, bersedekah, serta meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan ini juga menjadi pengingat untuk menjaga persatuan dan meningkatkan kualitas spiritual serta moralitas umat. 

 

Makna dan Tujuan Maulid Nabi

Meningkatkan Cinta dan Penghormatan:

Tujuan utama Maulid Nabi adalah untuk memperkuat rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan umat Islam. 

 

Momentum Meneladani Akhlak:

Peringatan ini mendorong umat untuk mempelajari dan meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ibadah, pendidikan, dan sosial.

 

Penguat Keimanan:

Maulid Nabi menjadi kesempatan untuk memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan mengikuti ajaran dan sunnah Rasulullah. 

 

Meningkatkan Kepedulian Sosial:

Selain ibadah, peringatan ini juga mengajarkan untuk meningkatkan kepedulian dan persatuan di antara umat Islam. 

 

Amalan yang Dilakukan saat Maulid Nabi

Membaca Sirah dan Kisah Nabi:

Mempelajari dan merenungi kisah hidup Nabi Muhammad SAW adalah salah satu cara untuk lebih mengenal beliau dan meneladaninya. 

 

Bershalawat:

Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk perwujudan cinta dan bentuk pengamalan perintah Allah SWT untuk mengikuti Nabi. 

 

Bersedekah:

Perbuatan baik seperti bersedekah juga dianjurkan sebagai bagian dari memperingati Maulid Nabi. 

 

Mengadakan Pengajian dan Majelis Ilmu:

Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang ajaran Islam dan sejarah Nabi. 

 

Berzikir dan Berdoa:

 

Berzikir dan berdoa bersama menjadi bagian dari kegiatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya.

 

05/09/2025 | Kontributor: BAZNAS Kota Bandung
Menghidupkan Sunnah Rasul melalui Zakat dan Sedekah

Dalam kehidupan seorang muslim, cinta kepada Rasulullah SAW bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi diwujudkan dengan amal nyata. Salah satu bentuk kecintaan itu adalah dengan sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW. Rasulullah adalah teladan agung dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam hal kepedulian sosial dan kedermawanan. Beliau dikenal sebagai sosok yang sangat pemurah, dermawan, dan tidak pernah menolak permintaan orang yang membutuhkan.

 

Bagi umat Islam, meneladani beliau berarti mencontoh akhlaknya, salah satunya melalui sedekah. Dengan sedekah, seorang muslim dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menunjukkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW yang telah mengajarkan pentingnya berbagi. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang keutamaan sedekah, hubungannya dengan cinta kepada Rasulullah SAW, serta bagaimana praktiknya dalam kehidupan sehari-hari.

 

1. Teladan Rasulullah SAW dalam Bersedekah

 

Rasulullah SAW adalah figur utama yang menjadi teladan bagi umat Islam. Beliau tidak hanya memerintahkan umatnya untuk bersedekah, tetapi juga mencontohkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

 

Pertama, diceritakan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menyimpan harta terlalu lama. Setiap kali ada yang datang meminta, beliau segera memberikannya, bahkan ketika beliau sendiri dalam keadaan terbatas. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW, karena beliau mengajarkan bahwa harta bukanlah sesuatu yang mutlak dimiliki, melainkan titipan Allah untuk digunakan di jalan kebaikan.

 

Kedua, dalam berbagai riwayat, Rasulullah SAW sering mengutamakan orang lain di atas dirinya sendiri. Bahkan saat beliau memiliki satu potong kurma, kurma itu tetap dibagikan kepada yang membutuhkan. Keteladanan ini menjadi motivasi bagi kita untuk meneladani akhlak mulia beliau.

 

Ketiga, Rasulullah SAW menekankan bahwa sedekah tidak harus berupa harta yang besar. Senyum kepada saudara muslim, menyingkirkan duri dari jalan, atau memberikan bantuan kecil pun dihitung sebagai sedekah. Maka, siapa pun bisa bersedekah sesuai dengan kemampuannya.

 

Keempat, keteladanan beliau dalam kedermawanan semakin jelas terlihat saat bulan Ramadan. Rasulullah SAW menjadi jauh lebih dermawan daripada angin yang berhembus. Inilah yang mendorong umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum utama dalam meningkatkan sedekah.

 

Kelima, dengan meneladani sifat dermawan Rasulullah SAW, kita sebenarnya sedang menunjukkan rasa cinta kita kepada beliau. Karena itu, mengikuti jejak beliau dalam bersedekah merupakan bagian dari implementasi sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW.

 

2. Keutamaan Sedekah dalam Islam

 

Islam menjelaskan banyak keutamaan sedekah, baik di dunia maupun di akhirat. Sedekah bukan hanya memberikan manfaat kepada penerima, tetapi juga kepada pemberinya.

 

Pertama, sedekah dapat menghapus dosa. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan, “Sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” Dengan demikian, sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW juga berarti membersihkan diri dari kesalahan dan mendekatkan diri kepada Allah.

 

Kedua, sedekah menjadi sebab turunnya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Orang yang dermawan akan selalu dimudahkan rezekinya, bahkan dalam kondisi sulit sekalipun. Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim).

 

Ketiga, sedekah membawa ketenangan jiwa. Orang yang ikhlas bersedekah akan merasakan kebahagiaan batin yang tidak bisa diukur dengan materi. Dengan memberi, hati menjadi lebih lapang dan jauh dari sifat tamak.

 

Keempat, sedekah menjadi benteng dari musibah. Dalam hadis riwayat Thabrani disebutkan, “Bersegeralah bersedekah, karena musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah.” Hal ini menunjukkan bahwa sedekah bukan hanya amal ibadah, tetapi juga perlindungan.

 

Kelima, sedekah akan menjadi investasi akhirat. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

 

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261).

 

Dengan demikian, sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW memberikan manfaat ganda: kebaikan dunia sekaligus tabungan pahala di akhirat.

 

3. Mengapa Sedekah Disebut Wujud Cinta kepada Rasulullah SAW?

 

Rasa cinta kepada Rasulullah SAW tidak hanya dibuktikan dengan ucapan shalawat atau perayaan maulid, tetapi juga dengan meneladani akhlak beliau.

 

Pertama, Rasulullah SAW adalah pribadi yang penuh kasih sayang kepada umatnya. Beliau mengajarkan agar umat Islam tidak hanya mementingkan dirinya sendiri, tetapi juga peduli kepada sesama. Maka, ketika kita bersedekah, sejatinya kita sedang menjalankan ajaran beliau.

 

Kedua, sedekah menjadi bukti nyata implementasi sunnah Nabi. Jika kita benar-benar mencintai beliau, maka kita akan berusaha menjalankan sunnahnya, termasuk dalam hal berbagi kepada yang membutuhkan. Itulah makna sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW.

 

Ketiga, sedekah memperkuat ukhuwah Islamiyah. Rasulullah SAW selalu menekankan pentingnya persaudaraan antarumat Islam. Dengan bersedekah, kita membantu meringankan beban saudara kita, sehingga tercipta hubungan yang lebih erat.

 

Keempat, cinta kepada Rasulullah SAW identik dengan ketaatan kepada Allah SWT. Karena Rasulullah adalah utusan Allah, maka mengikuti beliau sama artinya dengan menjalankan perintah Allah. Dan sedekah adalah bagian dari perintah itu.

 

Kelima, bersedekah dengan niat cinta kepada Rasulullah SAW akan melipatgandakan pahala. Karena kita tidak hanya mencari ridha Allah, tetapi juga ingin meneladani sang teladan terbaik, Nabi Muhammad SAW.

 

4. Cara Praktis Menjadikan Sedekah sebagai Bentuk Cinta kepada Rasulullah SAW

 

Bersedekah bisa dilakukan dengan berbagai cara, dan semua orang mampu melakukannya sesuai kapasitas masing-masing.

 

Pertama, sedekah dengan harta. Ini adalah bentuk sedekah yang paling umum, seperti memberikan makanan kepada fakir miskin, menyumbang masjid, atau membantu biaya pendidikan anak yatim.

 

Kedua, sedekah dengan tenaga. Rasulullah SAW bersabda bahwa menyingkirkan gangguan dari jalan adalah bentuk sedekah. Artinya, membantu orang lain dengan tenaga juga termasuk ibadah.

 

Ketiga, sedekah dengan ilmu. Mengajarkan Al-Qur’an, memberi nasihat, atau menyebarkan pengetahuan bermanfaat adalah bagian dari sedekah. Rasulullah SAW adalah guru terbaik, maka mengikuti beliau dengan menyebarkan ilmu adalah bentuk cinta nyata.

 

Keempat, sedekah dengan senyum dan akhlak mulia. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa senyum kepada saudara adalah sedekah. Maka, akhlak yang baik pun termasuk sedekah yang mencerminkan cinta kita kepada beliau.

 

Kelima, sedekah secara rutin. Rasulullah SAW lebih menyukai amal yang dilakukan secara konsisten, meskipun kecil. Maka, untuk menunjukkan sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW, sebaiknya kita melakukannya setiap hari, meskipun sedikit.

 

5. Sedekah dalam Konteks Kehidupan Modern

 

Di era modern, sedekah semakin mudah dilakukan. Teknologi memberikan banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh umat Islam.

 

Pertama, kini banyak lembaga zakat, infaq, dan sedekah yang menyediakan platform digital. Umat Islam bisa bersedekah melalui transfer bank, aplikasi, atau bahkan dompet digital.

 

Kedua, sedekah juga bisa berupa donasi kemanusiaan global, misalnya untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina, Suriah, atau daerah lain yang tertimpa musibah. Hal ini sesuai dengan semangat kasih sayang yang diajarkan Rasulullah SAW.

 

Ketiga, sedekah bisa diwujudkan dalam bentuk pemberdayaan ekonomi umat. Misalnya, mendukung UMKM, membantu modal usaha kecil, atau program sosial yang berkelanjutan. Dengan begitu, manfaat sedekah tidak hanya jangka pendek, tetapi juga jangka panjang.

 

Keempat, sedekah bisa dilakukan melalui gerakan sosial, seperti berbagi makanan gratis, memberikan beasiswa, atau mendukung program kesehatan masyarakat. Semua ini adalah wujud kepedulian yang diajarkan Rasulullah SAW.

 

Kelima, dengan memanfaatkan teknologi dan peluang di era modern, kita bisa semakin mempermudah praktik sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW, sehingga lebih banyak orang yang merasakan manfaatnya.

 

Cinta kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam bentuk nyata, bukan sekadar ucapan. Salah satu wujud nyata itu adalah sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW. Dengan bersedekah, kita meneladani sifat dermawan beliau, mendapatkan keutamaan dunia dan akhirat, serta memperkuat ukhuwah antarumat Islam.

 

Di tengah kehidupan modern, sedekah semakin mudah dilakukan. Mulai dari sedekah harta, ilmu, tenaga, hingga akhlak mulia, semuanya bisa menjadi bentuk cinta kita kepada Rasulullah SAW. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang istiqamah dalam bersedekah, sehingga kelak mendapat syafaat dari beliau di hari kiamat.

04/09/2025 | Kontributor: BAZNAS Kota Bandung
Teladan Sedekah Rasulullah untuk Umat Islam

Rasulullah Muhammad SAW adalah contoh utama bagi umat Islam dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam perbuatan bersedekah. Beliau mengajarkan kepada umatnya tentang pentingnya memberikan kepada yang membutuhkan serta memberikan teladan langsung dalam tindakan bersedekah. Mari kita mengenal lebih dekat bagaimana Rasulullah dalam bersedekah melalui kisah-kisah yang tercatat dalam sejarah Islam.

 

1. Kemurahan Hati Rasulullah

 

Rasulullah dikenal dengan sifat kemurahan hatinya yang luar biasa. Beliau tidak pernah ragu untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, baik dalam bentuk harta maupun dalam bentuk nasihat dan perlindungan. Beliau mengajarkan kepada umatnya bahwa bersedekah tidak hanya tentang memberikan harta, tetapi juga tentang memberikan kebaikan dengan segala cara yang dimungkinkan.

 

2. Menyantuni Kaum Miskin dan Yatim

 

Salah satu tindakan bersedekah Rasulullah yang paling terkenal adalah menyantuni kaum miskin dan yatim. Beliau selalu memperhatikan kebutuhan mereka dan memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya. Rasulullah mengajarkan kepada umatnya bahwa menyantuni kaum miskin dan yatim merupakan salah satu amal yang paling dicintai oleh Allah SWT.

 

3. Bersedekah dalam Bentuk Nasihat dan Doa

 

Tidak hanya dalam bentuk materi, Rasulullah juga memberikan sedekah dalam bentuk nasihat dan doa kepada umatnya. Beliau selalu memberikan motivasi dan dorongan kepada para sahabatnya untuk berbuat kebaikan dan membantu sesama. Rasulullah juga selalu mendoakan kebaikan bagi umatnya, agar mereka selalu diberi kekuatan untuk berbuat baik dan mendapatkan keberkahan dalam hidup.

 

4. Memberikan Contoh Kebaikan dalam Kehidupan Sehari-hari

 

Rasulullah tidak hanya memberikan contoh kebaikan dalam bentuk bersedekah secara besar-besaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Beliau selalu menjadi teladan bagi umatnya dalam segala hal, termasuk dalam sikap dermawan dan murah hati. Rasulullah mengajarkan bahwa bersedekah bukanlah tindakan yang sulit dilakukan, melainkan tindakan yang seharusnya dilakukan oleh setiap muslim.

 

5. Bersedekah dengan Tulus dan Ikhlas

 

Salah satu pelajaran penting yang dapat kita ambil dari kisah bersedekah Rasulullah adalah pentingnya bersedekah dengan tulus dan ikhlas. Beliau selalu mengajarkan kepada umatnya bahwa bersedekah bukanlah untuk mencari pujian atau balasan dari manusia, tetapi semata-mata untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT. Rasulullah mencontohkan betapa pentingnya niat yang tulus dalam setiap amal kebaikan yang dilakukan.

 

Kisah bersedekah Rasulullah memberikan inspirasi dan motivasi bagi umat Islam untuk mengikuti jejak beliau dalam berbuat kebaikan. Beliau mengajarkan bahwa bersedekah bukanlah tindakan yang sulit dilakukan, tetapi merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membantu sesama. Dengan mengikuti contoh Rasulullah dalam bersedekah, kita dapat menjadi lebih baik dalam berbuat kebaikan dan mendapatkan keberkahan dalam hidup ini.

03/09/2025 | Kontributor: BAZNAS Kota Bandung
Infak Tak Harus Banyak: Keikhlasan yang Membuka Rahmat Allah

Infak merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Namun, sering kali muncul anggapan bahwa infak harus dalam jumlah yang besar untuk mendapatkan pahala yang maksimal. Padahal, sebenarnya infak tidak harus banyak; yang terpenting adalah keikhlasan niat di balik setiap sedekah yang kita berikan.

Keikhlasan adalah kunci utama dalam berinfak. Allah SWT melihat niat hati kita, bukan semata-mata jumlah harta yang dikeluarkan. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman bahwa Dia akan menerima amal yang dilakukan dengan penuh keikhlasan. Seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Hurairah, pernah menceritakan bahwa sekecil apapun infak yang diberikan dengan niat yang tulus, akan mendapatkan balasan yang lebih besar dari Allah.

Infak yang dilakukan dengan ikhlas akan membuka rahmat dan berkah dari Allah. Dengan memberikan sedikit harta kita, baik berupa uang, makanan, atau barang yang masih layak pakai, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga membersihkan jiwa dari sifat kikir dan egois. Setiap rupiah yang dikeluarkan dengan niat yang baik akan mendatangkan ridha Allah dan mendekatkan kita kepada-Nya.

 

Mari kita mulai untuk berinfak, meskipun dalam jumlah yang kecil. Ingatlah bahwa setiap amal baik yang kita lakukan, termasuk infak, akan menjadi investasi kita di akhirat. Dengan keikhlasan, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga mendapatkan rahmat dan berkah yang tiada tara dari Allah. Semoga setiap langkah kita dalam berinfak menjadi jalan menuju kebaikan dan kebahagiaan dunia serta akhirat.

Kebaikan tidak perlu ditunda. Dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kota Bandung, Anda turut membantu sesama dan memperkuat solidaritas umat.

Salurkan kebaikan Anda dengan mudah dan aman melalui layanan resmi kami.

Transfer melalui:

Bank BCA 810.132.2025

Bank BJB Syariah 546.010.200.7270

Bank Mandiri 130.003.000.2722

a.n. BAZNAS Kota Bandung

 

Infak

BSI 771.451.4517

BCA 810.143.2025

a.n BAZNAS Kota Bandung

 

Donasi Kemanusiaan Palestina

BJB 000.00.202.111.11

a.n BAZNAS Kota Bandung

 

Atau melalui Website: kotabandung.baznas.go.id/bayarzakat

 

Konfirmasi & Konsultasi ZIS: WhatsApp Center: 0853-5330-7128

29/08/2025 | Kontributor: BAZNAS Kota Bandung
Sedekah: Jembatan Menuju Rezeki yang Tak Terduga dan Doa yang Dikabulkan

Bersedekah adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Allah SWT berjanji akan melipatgandakan pahala bagi hamba-Nya yang bersedekah dengan ikhlas. Tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga bagi yang memberi. Salah satu keutamaan sedekah adalah dapat mendatangkan keberkahan dalam hidup. Banyak orang yang mencari rahasia untuk mendapatkan keberkahan dalam hidupnya, dan salah satu cara yang dianjurkan oleh Islam adalah dengan bersedekah setiap hari. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai bagaimana bersedekah setiap hari bisa menjadi rahasia keberkahan hidup.

 

Sedekah adalah Kunci Rezeki Lancar

Sedekah adalah salah satu cara yang sangat dianjurkan dalam Islam untuk memperlancar rezeki. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebuah biji yang menumbuhkan tujuh butir, dan pada setiap butir terdapat seratus biji lagi.” (QS. Al-Baqarah: 261). Ayat ini menggambarkan betapa besar ganjaran yang Allah janjikan bagi orang yang bersedekah. Sedekah adalah sarana untuk membuka pintu rezeki yang tidak terduga.

 

Seringkali, orang merasa takut memberikan sebagian harta mereka karena khawatir rezeki mereka akan berkurang. Namun, sebenarnya justru sedekah adalah cara terbaik untuk memperbanyak rezeki. Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta, justru akan menambah rezeki.” (HR. Muslim). Hal ini menunjukkan bahwa semakin kita bersedekah, semakin banyak rezeki yang Allah sediakan untuk kita. Allah berjanji akan mengganti apa yang kita berikan dengan yang lebih baik.

 

Dengan bersedekah, kita akan merasakan kelancaran rezeki yang datang dari arah yang tak terduga. Rezeki yang diberikan Allah bisa berupa kebahagiaan, kemudahan dalam urusan pekerjaan, atau bahkan kesehatan yang lebih baik. Bahkan, jika kita berada dalam kesulitan finansial sekalipun, sedekah adalah jalan keluar yang akan memperlancar segala urusan kita.

 

Sedekah Menjadi Kunci Agar Doa Cepat Terkabul

 

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain,” (HR. Ahmad).

 

Anjuran Rasulullah SAW. ini juga sekaligus sebagai bahan instrospeksi diri. Mungkin selama ini kita hanya sekadar berdoa, tanpa mau peduli dengan kondisi dan keadaan orang lain.

 

Saat doa-doa kita belum terkabul, kita hanya bisa kecewa. Tanpa melakukan koreksi atau evaluasi diri.

 

Lalu saat doa yang kita panjatkan tak jua terkabul, alih-alih introspeksi diri, kita malah marah dan kecewa.

 

Padahal salah satu syarat pertolongan Allah datang kepada seorang hamba adalah karena kerelaan dia menolong orang lain.

 

"Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya,” (HR. Muslim).

 

Bersedekah adalah salah satu cara yang paling nyata untuk mengatasi kesulitan orang lain. Jika tidak bisa dilakukan sendiri, maka bersedekah secara bersama-sama dapat dilakukan untuk menolong orang lain yang dalam kesulitan.

 

Kebaikan tidak perlu ditunda. Dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kota Bandung, Anda turut membantu sesama dan memperkuat solidaritas umat.

Salurkan kebaikan Anda dengan mudah dan aman melalui layanan resmi kami.

Transfer melalui:

Bank BCA 810.132.2025

Bank BJB Syariah 546.010.200.7270

Bank Mandiri 130.003.000.2722

a.n. BAZNAS Kota Bandung

 

Infak

BSI 771.451.4517

BCA 810.143.2025

a.n BAZNAS Kota Bandung

 

Donasi Kemanusiaan Palestina

BJB 000.00.202.111.11

a.n BAZNAS Kota Bandung

 

Atau melalui Website: kotabandung.baznas.go.id/bayarzakat

 

 

Konfirmasi & Konsultasi ZIS: WhatsApp Center: 0853-5330-7128

28/08/2025 | Kontributor: BAZNAS Kota Bandung

Artikel Terbaru

Maulid Nabi, Momentum meningkatkan Cinta Kepada Rasulullah
Maulid Nabi, Momentum meningkatkan Cinta Kepada Rasulullah
Maulid Nabi adalah peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan, keimanan, dan kepatuhan umat Islam kepada Rasulullah melalui berbagai kegiatan seperti membaca sirah Nabi, bershalawat, bersedekah, serta meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan ini juga menjadi pengingat untuk menjaga persatuan dan meningkatkan kualitas spiritual serta moralitas umat. Makna dan Tujuan Maulid Nabi Meningkatkan Cinta dan Penghormatan: Tujuan utama Maulid Nabi adalah untuk memperkuat rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan umat Islam. Momentum Meneladani Akhlak: Peringatan ini mendorong umat untuk mempelajari dan meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ibadah, pendidikan, dan sosial. Penguat Keimanan: Maulid Nabi menjadi kesempatan untuk memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan mengikuti ajaran dan sunnah Rasulullah. Meningkatkan Kepedulian Sosial: Selain ibadah, peringatan ini juga mengajarkan untuk meningkatkan kepedulian dan persatuan di antara umat Islam. Amalan yang Dilakukan saat Maulid Nabi Membaca Sirah dan Kisah Nabi: Mempelajari dan merenungi kisah hidup Nabi Muhammad SAW adalah salah satu cara untuk lebih mengenal beliau dan meneladaninya. Bershalawat: Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk perwujudan cinta dan bentuk pengamalan perintah Allah SWT untuk mengikuti Nabi. Bersedekah: Perbuatan baik seperti bersedekah juga dianjurkan sebagai bagian dari memperingati Maulid Nabi. Mengadakan Pengajian dan Majelis Ilmu: Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang ajaran Islam dan sejarah Nabi. Berzikir dan Berdoa: Berzikir dan berdoa bersama menjadi bagian dari kegiatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya.
ARTIKEL05/09/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Menghidupkan Sunnah Rasul melalui Zakat dan Sedekah
Menghidupkan Sunnah Rasul melalui Zakat dan Sedekah
Dalam kehidupan seorang muslim, cinta kepada Rasulullah SAW bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi diwujudkan dengan amal nyata. Salah satu bentuk kecintaan itu adalah dengan sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW. Rasulullah adalah teladan agung dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam hal kepedulian sosial dan kedermawanan. Beliau dikenal sebagai sosok yang sangat pemurah, dermawan, dan tidak pernah menolak permintaan orang yang membutuhkan. Bagi umat Islam, meneladani beliau berarti mencontoh akhlaknya, salah satunya melalui sedekah. Dengan sedekah, seorang muslim dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menunjukkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW yang telah mengajarkan pentingnya berbagi. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang keutamaan sedekah, hubungannya dengan cinta kepada Rasulullah SAW, serta bagaimana praktiknya dalam kehidupan sehari-hari. 1. Teladan Rasulullah SAW dalam Bersedekah Rasulullah SAW adalah figur utama yang menjadi teladan bagi umat Islam. Beliau tidak hanya memerintahkan umatnya untuk bersedekah, tetapi juga mencontohkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, diceritakan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menyimpan harta terlalu lama. Setiap kali ada yang datang meminta, beliau segera memberikannya, bahkan ketika beliau sendiri dalam keadaan terbatas. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW, karena beliau mengajarkan bahwa harta bukanlah sesuatu yang mutlak dimiliki, melainkan titipan Allah untuk digunakan di jalan kebaikan. Kedua, dalam berbagai riwayat, Rasulullah SAW sering mengutamakan orang lain di atas dirinya sendiri. Bahkan saat beliau memiliki satu potong kurma, kurma itu tetap dibagikan kepada yang membutuhkan. Keteladanan ini menjadi motivasi bagi kita untuk meneladani akhlak mulia beliau. Ketiga, Rasulullah SAW menekankan bahwa sedekah tidak harus berupa harta yang besar. Senyum kepada saudara muslim, menyingkirkan duri dari jalan, atau memberikan bantuan kecil pun dihitung sebagai sedekah. Maka, siapa pun bisa bersedekah sesuai dengan kemampuannya. Keempat, keteladanan beliau dalam kedermawanan semakin jelas terlihat saat bulan Ramadan. Rasulullah SAW menjadi jauh lebih dermawan daripada angin yang berhembus. Inilah yang mendorong umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum utama dalam meningkatkan sedekah. Kelima, dengan meneladani sifat dermawan Rasulullah SAW, kita sebenarnya sedang menunjukkan rasa cinta kita kepada beliau. Karena itu, mengikuti jejak beliau dalam bersedekah merupakan bagian dari implementasi sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW. 2. Keutamaan Sedekah dalam Islam Islam menjelaskan banyak keutamaan sedekah, baik di dunia maupun di akhirat. Sedekah bukan hanya memberikan manfaat kepada penerima, tetapi juga kepada pemberinya. Pertama, sedekah dapat menghapus dosa. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan, “Sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” Dengan demikian, sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW juga berarti membersihkan diri dari kesalahan dan mendekatkan diri kepada Allah. Kedua, sedekah menjadi sebab turunnya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Orang yang dermawan akan selalu dimudahkan rezekinya, bahkan dalam kondisi sulit sekalipun. Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim). Ketiga, sedekah membawa ketenangan jiwa. Orang yang ikhlas bersedekah akan merasakan kebahagiaan batin yang tidak bisa diukur dengan materi. Dengan memberi, hati menjadi lebih lapang dan jauh dari sifat tamak. Keempat, sedekah menjadi benteng dari musibah. Dalam hadis riwayat Thabrani disebutkan, “Bersegeralah bersedekah, karena musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah.” Hal ini menunjukkan bahwa sedekah bukan hanya amal ibadah, tetapi juga perlindungan. Kelima, sedekah akan menjadi investasi akhirat. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261). Dengan demikian, sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW memberikan manfaat ganda: kebaikan dunia sekaligus tabungan pahala di akhirat. 3. Mengapa Sedekah Disebut Wujud Cinta kepada Rasulullah SAW? Rasa cinta kepada Rasulullah SAW tidak hanya dibuktikan dengan ucapan shalawat atau perayaan maulid, tetapi juga dengan meneladani akhlak beliau. Pertama, Rasulullah SAW adalah pribadi yang penuh kasih sayang kepada umatnya. Beliau mengajarkan agar umat Islam tidak hanya mementingkan dirinya sendiri, tetapi juga peduli kepada sesama. Maka, ketika kita bersedekah, sejatinya kita sedang menjalankan ajaran beliau. Kedua, sedekah menjadi bukti nyata implementasi sunnah Nabi. Jika kita benar-benar mencintai beliau, maka kita akan berusaha menjalankan sunnahnya, termasuk dalam hal berbagi kepada yang membutuhkan. Itulah makna sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW. Ketiga, sedekah memperkuat ukhuwah Islamiyah. Rasulullah SAW selalu menekankan pentingnya persaudaraan antarumat Islam. Dengan bersedekah, kita membantu meringankan beban saudara kita, sehingga tercipta hubungan yang lebih erat. Keempat, cinta kepada Rasulullah SAW identik dengan ketaatan kepada Allah SWT. Karena Rasulullah adalah utusan Allah, maka mengikuti beliau sama artinya dengan menjalankan perintah Allah. Dan sedekah adalah bagian dari perintah itu. Kelima, bersedekah dengan niat cinta kepada Rasulullah SAW akan melipatgandakan pahala. Karena kita tidak hanya mencari ridha Allah, tetapi juga ingin meneladani sang teladan terbaik, Nabi Muhammad SAW. 4. Cara Praktis Menjadikan Sedekah sebagai Bentuk Cinta kepada Rasulullah SAW Bersedekah bisa dilakukan dengan berbagai cara, dan semua orang mampu melakukannya sesuai kapasitas masing-masing. Pertama, sedekah dengan harta. Ini adalah bentuk sedekah yang paling umum, seperti memberikan makanan kepada fakir miskin, menyumbang masjid, atau membantu biaya pendidikan anak yatim. Kedua, sedekah dengan tenaga. Rasulullah SAW bersabda bahwa menyingkirkan gangguan dari jalan adalah bentuk sedekah. Artinya, membantu orang lain dengan tenaga juga termasuk ibadah. Ketiga, sedekah dengan ilmu. Mengajarkan Al-Qur’an, memberi nasihat, atau menyebarkan pengetahuan bermanfaat adalah bagian dari sedekah. Rasulullah SAW adalah guru terbaik, maka mengikuti beliau dengan menyebarkan ilmu adalah bentuk cinta nyata. Keempat, sedekah dengan senyum dan akhlak mulia. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa senyum kepada saudara adalah sedekah. Maka, akhlak yang baik pun termasuk sedekah yang mencerminkan cinta kita kepada beliau. Kelima, sedekah secara rutin. Rasulullah SAW lebih menyukai amal yang dilakukan secara konsisten, meskipun kecil. Maka, untuk menunjukkan sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW, sebaiknya kita melakukannya setiap hari, meskipun sedikit. 5. Sedekah dalam Konteks Kehidupan Modern Di era modern, sedekah semakin mudah dilakukan. Teknologi memberikan banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh umat Islam. Pertama, kini banyak lembaga zakat, infaq, dan sedekah yang menyediakan platform digital. Umat Islam bisa bersedekah melalui transfer bank, aplikasi, atau bahkan dompet digital. Kedua, sedekah juga bisa berupa donasi kemanusiaan global, misalnya untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina, Suriah, atau daerah lain yang tertimpa musibah. Hal ini sesuai dengan semangat kasih sayang yang diajarkan Rasulullah SAW. Ketiga, sedekah bisa diwujudkan dalam bentuk pemberdayaan ekonomi umat. Misalnya, mendukung UMKM, membantu modal usaha kecil, atau program sosial yang berkelanjutan. Dengan begitu, manfaat sedekah tidak hanya jangka pendek, tetapi juga jangka panjang. Keempat, sedekah bisa dilakukan melalui gerakan sosial, seperti berbagi makanan gratis, memberikan beasiswa, atau mendukung program kesehatan masyarakat. Semua ini adalah wujud kepedulian yang diajarkan Rasulullah SAW. Kelima, dengan memanfaatkan teknologi dan peluang di era modern, kita bisa semakin mempermudah praktik sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW, sehingga lebih banyak orang yang merasakan manfaatnya. Cinta kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam bentuk nyata, bukan sekadar ucapan. Salah satu wujud nyata itu adalah sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW. Dengan bersedekah, kita meneladani sifat dermawan beliau, mendapatkan keutamaan dunia dan akhirat, serta memperkuat ukhuwah antarumat Islam. Di tengah kehidupan modern, sedekah semakin mudah dilakukan. Mulai dari sedekah harta, ilmu, tenaga, hingga akhlak mulia, semuanya bisa menjadi bentuk cinta kita kepada Rasulullah SAW. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang istiqamah dalam bersedekah, sehingga kelak mendapat syafaat dari beliau di hari kiamat.
ARTIKEL04/09/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Teladan Sedekah Rasulullah untuk Umat Islam
Teladan Sedekah Rasulullah untuk Umat Islam
Rasulullah Muhammad SAW adalah contoh utama bagi umat Islam dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam perbuatan bersedekah. Beliau mengajarkan kepada umatnya tentang pentingnya memberikan kepada yang membutuhkan serta memberikan teladan langsung dalam tindakan bersedekah. Mari kita mengenal lebih dekat bagaimana Rasulullah dalam bersedekah melalui kisah-kisah yang tercatat dalam sejarah Islam. 1. Kemurahan Hati Rasulullah Rasulullah dikenal dengan sifat kemurahan hatinya yang luar biasa. Beliau tidak pernah ragu untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, baik dalam bentuk harta maupun dalam bentuk nasihat dan perlindungan. Beliau mengajarkan kepada umatnya bahwa bersedekah tidak hanya tentang memberikan harta, tetapi juga tentang memberikan kebaikan dengan segala cara yang dimungkinkan. 2. Menyantuni Kaum Miskin dan Yatim Salah satu tindakan bersedekah Rasulullah yang paling terkenal adalah menyantuni kaum miskin dan yatim. Beliau selalu memperhatikan kebutuhan mereka dan memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya. Rasulullah mengajarkan kepada umatnya bahwa menyantuni kaum miskin dan yatim merupakan salah satu amal yang paling dicintai oleh Allah SWT. 3. Bersedekah dalam Bentuk Nasihat dan Doa Tidak hanya dalam bentuk materi, Rasulullah juga memberikan sedekah dalam bentuk nasihat dan doa kepada umatnya. Beliau selalu memberikan motivasi dan dorongan kepada para sahabatnya untuk berbuat kebaikan dan membantu sesama. Rasulullah juga selalu mendoakan kebaikan bagi umatnya, agar mereka selalu diberi kekuatan untuk berbuat baik dan mendapatkan keberkahan dalam hidup. 4. Memberikan Contoh Kebaikan dalam Kehidupan Sehari-hari Rasulullah tidak hanya memberikan contoh kebaikan dalam bentuk bersedekah secara besar-besaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Beliau selalu menjadi teladan bagi umatnya dalam segala hal, termasuk dalam sikap dermawan dan murah hati. Rasulullah mengajarkan bahwa bersedekah bukanlah tindakan yang sulit dilakukan, melainkan tindakan yang seharusnya dilakukan oleh setiap muslim. 5. Bersedekah dengan Tulus dan Ikhlas Salah satu pelajaran penting yang dapat kita ambil dari kisah bersedekah Rasulullah adalah pentingnya bersedekah dengan tulus dan ikhlas. Beliau selalu mengajarkan kepada umatnya bahwa bersedekah bukanlah untuk mencari pujian atau balasan dari manusia, tetapi semata-mata untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT. Rasulullah mencontohkan betapa pentingnya niat yang tulus dalam setiap amal kebaikan yang dilakukan. Kisah bersedekah Rasulullah memberikan inspirasi dan motivasi bagi umat Islam untuk mengikuti jejak beliau dalam berbuat kebaikan. Beliau mengajarkan bahwa bersedekah bukanlah tindakan yang sulit dilakukan, tetapi merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membantu sesama. Dengan mengikuti contoh Rasulullah dalam bersedekah, kita dapat menjadi lebih baik dalam berbuat kebaikan dan mendapatkan keberkahan dalam hidup ini.
ARTIKEL03/09/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Infak Tak Harus Banyak: Keikhlasan yang Membuka Rahmat Allah
Infak Tak Harus Banyak: Keikhlasan yang Membuka Rahmat Allah
Infak merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Namun, sering kali muncul anggapan bahwa infak harus dalam jumlah yang besar untuk mendapatkan pahala yang maksimal. Padahal, sebenarnya infak tidak harus banyak; yang terpenting adalah keikhlasan niat di balik setiap sedekah yang kita berikan. Keikhlasan adalah kunci utama dalam berinfak. Allah SWT melihat niat hati kita, bukan semata-mata jumlah harta yang dikeluarkan. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman bahwa Dia akan menerima amal yang dilakukan dengan penuh keikhlasan. Seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Hurairah, pernah menceritakan bahwa sekecil apapun infak yang diberikan dengan niat yang tulus, akan mendapatkan balasan yang lebih besar dari Allah. Infak yang dilakukan dengan ikhlas akan membuka rahmat dan berkah dari Allah. Dengan memberikan sedikit harta kita, baik berupa uang, makanan, atau barang yang masih layak pakai, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga membersihkan jiwa dari sifat kikir dan egois. Setiap rupiah yang dikeluarkan dengan niat yang baik akan mendatangkan ridha Allah dan mendekatkan kita kepada-Nya. Mari kita mulai untuk berinfak, meskipun dalam jumlah yang kecil. Ingatlah bahwa setiap amal baik yang kita lakukan, termasuk infak, akan menjadi investasi kita di akhirat. Dengan keikhlasan, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga mendapatkan rahmat dan berkah yang tiada tara dari Allah. Semoga setiap langkah kita dalam berinfak menjadi jalan menuju kebaikan dan kebahagiaan dunia serta akhirat. Kebaikan tidak perlu ditunda. Dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kota Bandung, Anda turut membantu sesama dan memperkuat solidaritas umat. Salurkan kebaikan Anda dengan mudah dan aman melalui layanan resmi kami. Transfer melalui: Bank BCA 810.132.2025 Bank BJB Syariah 546.010.200.7270 Bank Mandiri 130.003.000.2722 a.n. BAZNAS Kota Bandung Infak BSI 771.451.4517 BCA 810.143.2025 a.n BAZNAS Kota Bandung Donasi Kemanusiaan Palestina BJB 000.00.202.111.11 a.n BAZNAS Kota Bandung Atau melalui Website: kotabandung.baznas.go.id/bayarzakat Konfirmasi & Konsultasi ZIS: WhatsApp Center: 0853-5330-7128
ARTIKEL29/08/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Sedekah: Jembatan Menuju Rezeki yang Tak Terduga dan Doa yang Dikabulkan
Sedekah: Jembatan Menuju Rezeki yang Tak Terduga dan Doa yang Dikabulkan
Bersedekah adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Allah SWT berjanji akan melipatgandakan pahala bagi hamba-Nya yang bersedekah dengan ikhlas. Tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga bagi yang memberi. Salah satu keutamaan sedekah adalah dapat mendatangkan keberkahan dalam hidup. Banyak orang yang mencari rahasia untuk mendapatkan keberkahan dalam hidupnya, dan salah satu cara yang dianjurkan oleh Islam adalah dengan bersedekah setiap hari. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai bagaimana bersedekah setiap hari bisa menjadi rahasia keberkahan hidup. Sedekah adalah Kunci Rezeki Lancar Sedekah adalah salah satu cara yang sangat dianjurkan dalam Islam untuk memperlancar rezeki. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebuah biji yang menumbuhkan tujuh butir, dan pada setiap butir terdapat seratus biji lagi.” (QS. Al-Baqarah: 261). Ayat ini menggambarkan betapa besar ganjaran yang Allah janjikan bagi orang yang bersedekah. Sedekah adalah sarana untuk membuka pintu rezeki yang tidak terduga. Seringkali, orang merasa takut memberikan sebagian harta mereka karena khawatir rezeki mereka akan berkurang. Namun, sebenarnya justru sedekah adalah cara terbaik untuk memperbanyak rezeki. Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta, justru akan menambah rezeki.” (HR. Muslim). Hal ini menunjukkan bahwa semakin kita bersedekah, semakin banyak rezeki yang Allah sediakan untuk kita. Allah berjanji akan mengganti apa yang kita berikan dengan yang lebih baik. Dengan bersedekah, kita akan merasakan kelancaran rezeki yang datang dari arah yang tak terduga. Rezeki yang diberikan Allah bisa berupa kebahagiaan, kemudahan dalam urusan pekerjaan, atau bahkan kesehatan yang lebih baik. Bahkan, jika kita berada dalam kesulitan finansial sekalipun, sedekah adalah jalan keluar yang akan memperlancar segala urusan kita. Sedekah Menjadi Kunci Agar Doa Cepat Terkabul Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain,” (HR. Ahmad). Anjuran Rasulullah SAW. ini juga sekaligus sebagai bahan instrospeksi diri. Mungkin selama ini kita hanya sekadar berdoa, tanpa mau peduli dengan kondisi dan keadaan orang lain. Saat doa-doa kita belum terkabul, kita hanya bisa kecewa. Tanpa melakukan koreksi atau evaluasi diri. Lalu saat doa yang kita panjatkan tak jua terkabul, alih-alih introspeksi diri, kita malah marah dan kecewa. Padahal salah satu syarat pertolongan Allah datang kepada seorang hamba adalah karena kerelaan dia menolong orang lain. "Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya,” (HR. Muslim). Bersedekah adalah salah satu cara yang paling nyata untuk mengatasi kesulitan orang lain. Jika tidak bisa dilakukan sendiri, maka bersedekah secara bersama-sama dapat dilakukan untuk menolong orang lain yang dalam kesulitan. Kebaikan tidak perlu ditunda. Dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kota Bandung, Anda turut membantu sesama dan memperkuat solidaritas umat. Salurkan kebaikan Anda dengan mudah dan aman melalui layanan resmi kami. Transfer melalui: Bank BCA 810.132.2025 Bank BJB Syariah 546.010.200.7270 Bank Mandiri 130.003.000.2722 a.n. BAZNAS Kota Bandung Infak BSI 771.451.4517 BCA 810.143.2025 a.n BAZNAS Kota Bandung Donasi Kemanusiaan Palestina BJB 000.00.202.111.11 a.n BAZNAS Kota Bandung Atau melalui Website: kotabandung.baznas.go.id/bayarzakat Konfirmasi & Konsultasi ZIS: WhatsApp Center: 0853-5330-7128
ARTIKEL28/08/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Zakat, Infak, dan Sedekah Bukan Sekedar Ibadah: Ini Manfaat Nyatanya Bagi Kehidupan Sosial
Zakat, Infak, dan Sedekah Bukan Sekedar Ibadah: Ini Manfaat Nyatanya Bagi Kehidupan Sosial
Zakat merupakan salah satu pilar penting dalam agama Islam yang memiliki peran signifikan dalam membentuk kehidupan sosial dan bermasyarakat. Prinsip zakat tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga memiliki dampak yang positif dalam memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat. Dalam konteks ini, zakat tidak hanya dianggap sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai instrumen yang mampu mengurangi disparitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan sosial secara keseluruhan. Pertama-tama, zakat memainkan peran penting dalam mengurangi kesenjangan ekonomi. Melalui sistem distribusi yang adil, zakat mengalokasikan dana dari golongan yang mampu kepada golongan yang membutuhkan. Hal ini membantu mengurangi kesenjangan antara mereka yang memiliki kekayaan berlebih dan mereka yang hidup dalam kemiskinan. Dengan demikian, zakat membantu menciptakan masyarakat yang lebih merata dalam hal pemerataan ekonomi dan distribusi kekayaan. Selain itu, zakat juga memberikan manfaat dalam memperkuat solidaritas sosial. Ketika umat Islam membayar zakat, mereka tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga mengekspresikan rasa peduli dan empati terhadap sesama manusia. Hal ini menciptakan ikatan sosial yang kuat antara individu-individu dalam masyarakat, memperkuat rasa persaudaraan, dan memupuk sikap saling membantu. Dengan demikian, zakat tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga memperkaya dimensi sosial dalam kehidupan masyarakat. Selanjutnya, zakat memiliki potensi untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan dan kesehatan bagi golongan yang kurang mampu. Melalui dana zakat, program-program pendidikan dan kesehatan dapat didanai untuk membantu mereka yang tidak memiliki akses atau sumber daya yang cukup. Dengan demikian, zakat tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek dalam memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Selain itu, zakat juga berperan dalam memperkuat perekonomian lokal. Melalui redistribusi dana zakat, modal dapat dialokasikan ke sektor-sektor ekonomi lokal, seperti usaha mikro dan kecil, yang memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja. Dengan demikian, zakat tidak hanya memberikan manfaat individual bagi penerima zakat, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dalam skala yang lebih luas. Tidak kalah pentingnya, zakat juga memiliki dampak positif dalam memperkuat rasa keadilan dan stabilitas sosial. Dengan memastikan bahwa setiap individu dalam masyarakat memiliki akses yang adil terhadap sumber daya dan kesempatan, zakat membantu menciptakan lingkungan sosial yang lebih stabil dan harmonis. Hal ini mengurangi kemungkinan konflik sosial yang disebabkan oleh ketidaksetaraan ekonomi dan memberikan dasar yang lebih kokoh bagi pembangunan sosial yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, zakat memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kehidupan sosial dan bermasyarakat yang lebih adil, solidaritas, dan berkelanjutan. Melalui prinsip-prinsipnya yang mendorong redistribusi kekayaan, solidaritas sosial, dan keadilan ekonomi, zakat membantu menciptakan masyarakat yang lebih merata, berdaya, dan sejahtera bagi semua individu. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami dan melaksanakan kewajiban zakat mereka sebagai bagian integral dari kehidupan sosial dan bermasyarakat yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Kebaikan tidak perlu ditunda. Dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kota Bandung, Anda turut membantu sesama dan memperkuat solidaritas umat. Salurkan kebaikan Anda dengan mudah dan aman melalui layanan resmi kami. Transfer melalui: Bank BCA 810.132.2025 Bank BJB Syariah 546.010.200.7270 Bank Mandiri 130.003.000.2722 a.n. BAZNAS Kota Bandung Infak BSI 771.451.4517 BCA 810.143.2025 a.n BAZNAS Kota Bandung Donasi Kemanusiaan Palestina BJB 000.00.202.111.11 a.n BAZNAS Kota Bandung Atau melalui Website: kotabandung.baznas.go.id/bayarzakat Konfirmasi & Konsultasi ZIS: WhatsApp Center: 0853-5330-7128
ARTIKEL27/08/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Satu Rupiah pun bernilai, Sederhana Tapi Allah Suka
Satu Rupiah pun bernilai, Sederhana Tapi Allah Suka
Sedekah yang dilakukan dengan niat yang ikhlas akan semakin berkah dan bernilai lebih, sekaligus mendatangkan berbagai kebaikan yang lebih mengesankan. Jumlah sedekah, baik banyak maupun sedikit, jika dilakukan semata-mata untuk kehendak Allah, akan mendatangkan keberkahan dan berbagai kebaikan yang luar biasa. Sedekah sedikit tapi ikhlas tetap memiliki nilai yang besar di mata Allah. Keikhlasan dalam bersedekah lebih penting daripada jumlah yang diberikan. Meskipun hanya sedikit, sedekah yang dilakukan dengan tulus dan niat karena Allah akan mendatangkan keberkahan dan pahala Dari beberapa hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kita tahu bahwa Allah lebih senang jika seseorang bersedekah dalam jumlah sedikit tetapi rutin dibandingkan bersedekah dalam jumlah besar tetapi jarang. Alasannya adalah karena bersedekah sedikit tapi rutin menunjukkan kesabaran, kejujuran, dan tekad dalam beramal. Sebaliknya, bersedekah banyak tapi jarang bisa jadi tanda ingin dicari pujian, sombong, atau kurang konsisten dalam beramal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang rutin dilakukan meskipun sedikit” (HR. Bukhari dan Muslim) Dalam hadis lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga berkata: “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit” (HR. Ahmad) Dan dalam hadis lainnya, beliau bersabda: “Janganlah engkau menghina suatu amalan kebaikan walaupun hanya dengan bertemu saudaramu dengan wajah ceria” (HR. Muslim) Dengan mengikuti ajaran Rasulullah dalam bersedekah, kita dapat memastikan bahwa praktek sedekah kita menjadi lebih bermakna dan diterima di sisi Allah SWT. Semoga kita semua dapat menjadi lebih dermawan dan peduli terhadap sesama sesuai dengan ajaran yang mulia ini. Kebaikan tidak perlu ditunda. Dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kota Bandung, Anda turut membantu sesama dan memperkuat solidaritas umat. Salurkan kebaikan Anda dengan mudah dan aman melalui layanan resmi kami. Transfer melalui: Bank BCA 810.132.2025 Bank BJB Syariah 546.010.200.7270 Bank Mandiri 130.003.000.2722 a.n. BAZNAS Kota Bandung Infak BSI 771.451.4517 BCA 810.143.2025 a.n BAZNAS Kota Bandung Donasi Kemanusiaan Palestina BJB 000.00.202.111.11 a.n BAZNAS Kota Bandung Atau melalui Website: kotabandung.baznas.go.id/bayarzakat Konfirmasi & Konsultasi ZIS: WhatsApp Center: 0853-5330-7128
ARTIKEL26/08/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Sedekah sebagai Obat Hati: Terapi Sosial untuk Hati Yang Galau
Sedekah sebagai Obat Hati: Terapi Sosial untuk Hati Yang Galau
Infak, dalam ajaran agama Islam, merupakan salah satu amal yang sangat dianjurkan. Tindakan ini melibatkan pemberian secara sukarela dari harta atau waktu seseorang untuk membantu orang lain atau kepentingan umum. Namun, lebih dari sekadar memberi, penting bagi seseorang untuk melaksanakan infak dengan ikhlas, tanpa mengharapkan imbalan atau pujian dari manusia. Artikel ini akan menjelaskan mengapa pelaksanaan infak dengan ikhlas begitu penting, serta bagaimana hal itu dapat memperkaya kehidupan seseorang. Ikhlas, atau niat yang tulus, adalah inti dari setiap amal baik dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amal itu tergantung dari niatnya.” (HR. Bukhari-Muslim). Dengan kata lain, keikhlasan dalam berinfak merupakan faktor penentu utama atas nilai spiritual dari amal tersebut di sisi Allah SWT. Tanpa ikhlas, tindakan berinfak dapat kehilangan maknanya dan hanya menjadi sekadar pencitraan diri atau pencapaian duniawi semata. Salah satu contoh keikhlasan dalam berinfak adalah ketika seseorang memberikan sumbangan secara diam-diam, tanpa mengharapkan pujian atau pengakuan dari orang lain. Rasulullah SAW menyatakan, “Tujuh golongan yang akan Allah berkahi pada hari di mana tidak ada kecuali bayangan-Nya, di antaranya adalah seseorang yang bersedekah dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dia berikan.” (HR. Bukhari-Muslim). Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga keikhlasan dalam berinfak, bahkan hingga pada tingkat rahasia. Ketika seseorang melaksanakan infak dengan ikhlas, ia juga memperoleh banyak manfaat secara pribadi. Pertama-tama, infak menguatkan ikatan antara individu dengan Allah SWT. Dengan memberikan sebagian dari harta yang telah diberikan-Nya kepada kita, kita menunjukkan rasa syukur dan ketaatan kepada-Nya. Ini memperdalam hubungan spiritual kita dengan Sang Pencipta dan memperkuat keyakinan kita dalam kebaikan-Nya. Selain itu, berinfak dengan ikhlas juga membawa rasa kepuasan dan kedamaian batin. Ketika seseorang membantu orang lain tanpa pamrih, ia merasakan kebahagiaan yang tak tergantikan dalam hatinya. Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.” (HR. Ahmad). Memberi kepada sesama memberi kita kesempatan untuk merasakan kehangatan hati dan kebahagiaan yang datang dari memberi tanpa pamrih. Tidak hanya itu, berinfak dengan ikhlas juga membantu membentuk karakter yang lebih baik. Dengan melatih diri untuk mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri, seseorang menjadi lebih empati, baik hati, dan murah hati. Ini membentuk kepribadian yang lebih mulia dan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat secara keseluruhan. Namun, melaksanakan infak dengan ikhlas bukanlah hal yang mudah. Manusia cenderung tergoda oleh keserakahan, rasa ingin memiliki, atau keinginan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk terus memperbaiki niatnya dan mengingatkan diri sendiri akan pentingnya keikhlasan dalam berinfak. Dalam kesimpulan, infak merupakan tindakan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Namun, pelaksanaannya haruslah dilakukan dengan ikhlas, tanpa mengharapkan imbalan atau pengakuan dari manusia. Dengan menjaga keikhlasan dalam berinfak, seseorang tidak hanya mendapatkan keberkahan dari Allah SWT, tetapi juga merasakan kepuasan batin dan membentuk karakter yang lebih baik. Oleh karena itu, marilah kita berusaha untuk selalu melaksanakan infak dengan ikhlas dalam setiap kesempatan yang kita miliki. Kebaikan tidak perlu ditunda. Dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kota Bandung, Anda turut membantu sesama dan memperkuat solidaritas umat. Salurkan kebaikan Anda dengan mudah dan aman melalui layanan resmi kami. Transfer melalui: Bank BCA 810.132.2025 Bank BJB Syariah 546.010.200.7270 Bank Mandiri 130.003.000.2722 a.n. BAZNAS Kota Bandung Infak BSI 771.451.4517 BCA 810.143.2025 a.n BAZNAS Kota Bandung Donasi Kemanusiaan Palestina BJB 000.00.202.111.11 a.n BAZNAS Kota Bandung Atau melalui Website: kotabandung.baznas.go.id/bayarzakat Konfirmasi & Konsultasi ZIS: WhatsApp Center: 0853-5330-7128
ARTIKEL15/08/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Keajaiban Sedekah Subuh
Keajaiban Sedekah Subuh
Dalam Islam, keutamaan sedekah subuh memiliki nilai yang luar biasa. Sedekah yang dilakukan pada waktu subuh dipercaya dapat membuka pintu rezeki, menghapus dosa, dan mendatangkan keberkahan dalam hidup. Keutamaan sedekah subuh ini berdasarkan berbagai dalil dalam Al-Qur’an dan hadits, yang menunjukkan betapa besarnya pahala bagi orang-orang yang membiasakan amalan ini. Rasulullah bersabda: "Tidaklah suatu pagi berlalu, kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari mereka berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang bersedekah,’ sedangkan yang lainnya berdoa, ‘Ya Allah, binasakanlah harta orang yang menahan sedekah.’" (HR. Bukhari & Muslim) Dari hadits ini, kita bisa memahami bahwa keutamaan sedekah subuh sangat besar, terutama dalam mendatangkan keberkahan dan kelancaran rezeki. Artikel ini akan mengupas secara mendalam keutamaan sedekah subuh, bagaimana cara mengamalkannya, serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Ada alasan mengapa sedekah subuh artinya sangat dianjurkan dalam Islam. Sedekah subuh memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan sedekah pada waktu lainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Setiap pagi hari, dua malaikat turun. Salah satu di antara mereka berkata: 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang bersedekah.' Sedangkan yang satu lagi berkata: 'Ya Allah, berikanlah kebinasaan bagi orang yang menahan hartanya.'" (HR. Bukhari dan Muslim) Dari hadits ini, kita dapat memahami betapa besar keutamaan sedekah subuh. Lalu, bagaimana cara sedekah subuh agar mendapatkan manfaat maksimal? Dilakukan pada waktu subuh Waktu terbaik untuk sedekah subuh adalah setelah shalat subuh. Pada waktu ini, doa-doa yang dipanjatkan lebih mustajab karena malaikat turun untuk mengaminkan doa. Memberikan sedekah dengan ikhlas Bagaimana cara sedekah subuh yang benar? Kunci utamanya adalah keikhlasan. Jangan bersedekah karena ingin dilihat orang lain, tetapi niatkan hanya karena Allah. Konsisten setiap hari Konsistensi adalah kunci utama dalam mendapatkan keberkahan dari sedekah subuh. Meskipun jumlahnya kecil, jika dilakukan setiap hari, maka pahalanya akan terus mengalir. Menyalurkan kepada yang membutuhkan Sedekah subuh bisa diberikan kepada fakir miskin, anak yatim, atau siapa saja yang membutuhkan. Bisa juga diberikan melalui kotak amal masjid atau lembaga zakat yang terpercaya. Mengiringi dengan doa Setelah bersedekah, panjatkan doa agar Allah memberikan keberkahan, kelancaran rezeki, dan perlindungan dari segala keburukan. Sebagaimana yang diajarkan dalam Islam, sedekah subuh adalah salah satu jalan terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh keberkahan. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk lebih istiqomah dalam menjalankan sedekah subuh setiap hari. Kebaikan tidak perlu ditunda. Dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kota Bandung, Anda turut membantu sesama dan memperkuat solidaritas umat. Salurkan kebaikan Anda dengan mudah dan aman melalui layanan resmi kami. Transfer melalui: Bank BCA 810.132.2025 Bank BJB Syariah 546.010.200.7270 Bank Mandiri 130.003.000.2722 a.n. BAZNAS Kota Bandung Infak BSI 771.451.4517 BCA 810.143.2025 a.n BAZNAS Kota Bandung Donasi Kemanusiaan Palestina BJB 000.00.202.111.11 a.n BAZNAS Kota Bandung Atau melalui Website: kotabandung.baznas.go.id/bayarzakat Konfirmasi & Konsultasi ZIS: WhatsApp Center: 0853-5330-7128
ARTIKEL14/08/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Zakat adalah Hak Mereka! : Jangan Biarkan Mustahik Menunggu Lebih Lama
Zakat adalah Hak Mereka! : Jangan Biarkan Mustahik Menunggu Lebih Lama
Zakat adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, sebagai bentuk kepedulian sosial dan penyucian harta. Namun, masih banyak orang yang menunda pembayaran zakat dengan berbagai alasan. Padahal, menunaikan zakat tepat waktu memiliki banyak keutamaan dan manfaat, baik secara spiritual maupun sosial. Mengapa Zakat Harus Dibayar Tepat Waktu? Dalam Islam, zakat wajib dibayarkan ketika sudah mencapai nisab dan haul (batas waktu satu tahun untuk zakat mal). Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: "Dan dirikanlah shalat serta tunaikanlah zakat, dan berikanlah pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik. Dan apa saja yang kamu usahakan untuk dirimu berupa kebaikan, niscaya kamu akan mendapatkannya di sisi Allah sebagai balasan yang lebih baik dan lebih besar pahalanya." (QS. Al-Muzzammil: 20) Dari ayat ini, jelas bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk investasi akhirat yang memiliki balasan besar dari Allah SWT. Keutamaan Membayar Zakat Tepat Waktu Mendapat Pahala yang Lebih Besar Zakat yang dibayarkan tepat waktu mencerminkan ketaatan kepada Allah SWT dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama. Semakin cepat zakat dikeluarkan, semakin besar manfaat yang bisa dirasakan oleh penerima zakat. Mencegah Hutang Zakat Menunda zakat dapat menyebabkan akumulasi kewajiban yang semakin besar. Jika seseorang menunda hingga tahun berikutnya, ia tetap memiliki tanggungan zakat yang harus dibayarkan, bahkan bisa bertambah jika penghasilan terus meningkat. Membantu Mereka yang Membutuhkan Zakat yang ditunda berarti menunda hak orang-orang yang berhak menerimanya, seperti fakir, miskin, dan golongan lainnya. Dengan membayar zakat tepat waktu, kita membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar dengan lebih cepat. Menjaga Keberkahan Harta Rasulullah SAW bersabda: "Lindungi hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah, dan siapkan doa untuk menghadapi bencana." (HR. Ath-Thabrani) Zakat berfungsi sebagai penyuci harta dan penjaga keberkahannya. Menunda zakat bisa menyebabkan keberkahan dalam harta berkurang. Mencegah Sikap Kikir dan Lalai Menunda zakat bisa membuat seseorang terbiasa menyepelekan kewajiban agama. Jika terus dilakukan, bisa muncul sifat kikir dan lalai dalam menjalankan ibadah lainnya. Kebaikan tidak perlu ditunda. Dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kota Bandung, Anda turut membantu sesama dan memperkuat solidaritas umat. Salurkan kebaikan Anda dengan mudah dan aman melalui layanan resmi kami. Transfer melalui: Bank BCA 810.132.2025 Bank BJB Syariah 546.010.200.7270 Bank Mandiri 130.003.000.2722 a.n. BAZNAS Kota Bandung Infak BSI 771.451.4517 BCA 810.143.2025 a.n BAZNAS Kota Bandung Donasi Kemanusiaan Palestina BJB 000.00.202.111.11 a.n BAZNAS Kota Bandung Atau melalui Website: kotabandung.baznas.go.id/bayarzakat Konfirmasi & Konsultasi ZIS: WhatsApp Center: 0853-5330-7128
ARTIKEL13/08/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Zakat dalam Al Qur'an dan Hadits: Tuntunan Hidup dan Jalan Menuju Keberkahan
Zakat dalam Al Qur'an dan Hadits: Tuntunan Hidup dan Jalan Menuju Keberkahan
Zakat berasal dari bentuk kata "zaka" yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Dinamakan zakat, karena di dalamnya terkandung harapan untuk memperoleh berkah, membersihkan jiwa dan memupuknya dengan berbagai kebaikan (Fikih Sunnah, Sayyid Sabiq: 5) Makna tumbuh dalam arti zakat menunjukkan bahwa mengeluarkan zakat sebagai sebab adanya pertumbuhan dan perkembangan harta, pelaksanaan zakat itu mengakibatkan pahala menjadi banyak. Sedangkan makna suci menunjukkan bahwa zakat adalah mensucikan jiwa dari kejelekan, kebatilan dan pensuci dari dosa-dosa. “Perintah membayar zakat datang berulang-ulang kali dalam Al-Qur’an, bahkan lebih dari 50 kali. Ini menunjukkan sangat pentingnya membayar zakat dalam kehidupan beragama dan kehidupan sosial kita” (KH Miftahul Huda, Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI)) Ini beberapa Dalil dalam Al-Qur’an maupun dalam Hadits yang bisa kita Ketahui Setiap harta yang dimiliki seseorang sejatinya adalah titipan dari Allah yang di dalamnya terdapat hak orang lain. Zakat menjadi sarana penyucian harta agar berkah dan bersih dari hak-hak yang seharusnya diberikan kepada mereka yang berhak. Allah berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 103 yang berbunyi: "Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. At-Taubah:103). Rasulullah SAW pun Bersabda bahwa mengeluarkan Zakat tidak akan mengurangi Harta, justru sebaliknya, Allah akan menggantinya dengan keberkahan yang Lebih Besar. "Harta tidak akan berkurang karena sedekah." (HR. Muslim) Dan Rasulullah SAW pun bersabda tentang seseorang yang diberi harta yang tidak ditunaikan zakatnya maka harta itu akan menjadi Ular yang melilit leher pemilih harta itu “Barangsiapa yang diberi harta oleh Allah lalu ia tidak menunaikan zakatnya, maka pada hari kiamat hartanya itu akan dijadikan seekor ular besar yang berbisa yang akan melilit lehernya, kemudian ular itu akan menggigit kedua pipinya sambil berkata: Aku hartamu, aku simpananmu.” (HR. Bukhari & Muslim) Kebaikan tidak perlu ditunda. Dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kota Bandung, Anda turut membantu sesama dan memperkuat solidaritas umat. Salurkan kebaikan Anda dengan mudah dan aman melalui layanan resmi kami. ???? Transfer melalui: Bank BCA 810.132.2025 Bank BJB Syariah 546.010.200.7270 Bank Mandiri 130.003.000.2722 a.n. BAZNAS Kota Bandung Infak BSI 771.451.4517 BCA 810.143.2025 a.n BAZNAS Kota Bandung Donasi Kemanusiaan Palestina BJB 000.00.202.111.11 a.n BAZNAS Kota Bandung Atau melalui Website: kotabandung.baznas.go.id/bayarzakat Konfirmasi & Konsultasi ZIS: WhatsApp Center: 0853-5330-7128
ARTIKEL11/08/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Ini Keutamaan Bersedekah yang sering Terlupakan, Padahal dijanjikan Surga
Ini Keutamaan Bersedekah yang sering Terlupakan, Padahal dijanjikan Surga
Dalam kehidupan ini, setiap manusia pasti menginginkan keberkahan dan kelapangan rezeki. Salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam untuk membuka pintu rezeki adalah sedekah. Keutamaan sedekah tidak hanya terbatas pada pahala di akhirat, tetapi juga membawa keberkahan dalam kehidupan dunia. Dalam Al-Qur’an dan hadits, banyak disebutkan tentang keutamaan sedekah yang bisa menjadi jalan bagi seorang Muslim untuk mendapatkan rezeki yang tak terduga. Sedekah adalah ibadah jadi jangan jadikan sedekah sebagai alat utuk meraup keuntungan dunia semata karena sesungguhnya akhirat lebih baik dan lebih kekal. Alloh sudah berjanji untuk melipatgandakan kebaikan bagi yang bersedekah di jalan-Nya, jadi diniatkan untuk menambah harta atau tidak Alloh akan memberinya dan perlu diingat bahwa balasan dari sedekah bukan hanya harta benda tetapi keselamatan, kesehatan dan perbaikan diripun itu termasuk dari balasan dan nikmat sedekah. Menjadi lebih bahagia termasuk dari nikmat sedekah Sedekah bukan hanya merupakan bentuk ibadah yang mendatangkan pahala, tetapi juga membawa kebahagiaan yang sering terlewat. Sedekah itu menyucikan jiwa Dengan bersedekah, jiwa kita menjadi lebih suci, sebagaimana disebutkan dalam Surah At-Taubah ayat 103. Sedekah mampu membersihkan dosa, melapangkan dada, dan membuka jalan bagi kebaikan dalam kehidupan. Sedekah sebagai Bentuk Ketaatan kepada Allah Salah satu keutamaan sedekah adalah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Islam mengajarkan bahwa segala yang dimiliki manusia adalah titipan dari Allah, dan memberikan sebagian harta untuk orang lain merupakan bentuk syukur atas nikmat-Nya. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261) Hadits juga banyak menyebutkan keutamaan sedekah, salah satunya dari Rasulullah yang bersabda: "Sedekah itu dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi) Sedekah Menjadi Pelindung dari Musibah Selain sebagai bentuk ibadah, keutamaan sedekah lainnya adalah menjadi pelindung dari berbagai musibah. Rasulullah bersabda: "Obatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah." (HR. Abu Dawud) Dari hadits ini, kita memahami bahwa sedekah dapat menjadi sarana penyembuhan bagi orang yang sedang sakit. Banyak kisah nyata yang membuktikan bahwa dengan memperbanyak sedekah, seseorang mendapatkan kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Sedekah Menghapus Dosa Manusia tidak luput dari dosa, baik yang disengaja maupun tidak. Salah satu keutamaan sedekah adalah dapat menghapus dosa-dosa yang telah diperbuat. Dalam sebuah hadits disebutkan: "Sedekah itu menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi) Dengan memperbanyak sedekah, seorang Muslim dapat membersihkan dirinya dari dosa-dosa yang telah lalu dan semakin mendekatkan diri kepada Allah Sedekah Memudahkan Urusan Hidup Banyak orang yang kesulitan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pekerjaan, bisnis, atau hubungan sosial. Salah satu cara untuk mempermudah segala urusan adalah dengan bersedekah. Keutamaan sedekah ini telah dibuktikan oleh banyak orang yang mengalami kemudahan dalam hidup setelah rutin bersedekah. Dengan demikian, sedekah merupakan salah satu kunci sukses masuk surga. Selain memberikan manfaat besar bagi kehidupan akhirat, sedekah juga membawa berkah dan kemudahan dalam kehidupan dunia. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kebiasaan bersedekah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita dapat meraih kebahagiaan abadi di surga kelak. Kebaikan tidak perlu ditunda. Dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kota Bandung, Anda turut membantu sesama dan memperkuat solidaritas umat. Salurkan kebaikan Anda dengan mudah dan aman melalui layanan resmi kami. Transfer melalui: Bank BCA 810.132.2025 Bank BJB Syariah 546.010.200.7270 Bank Mandiri 130.003.000.2722 a.n. BAZNAS Kota Bandung Infak BSI 771.451.4517 BCA 810.143.2025 a.n BAZNAS Kota Bandung Donasi Kemanusiaan Palestina BJB 000.00.202.111.11 a.n BAZNAS Kota Bandung Atau melalui Website: kotabandung.baznas.go.id/bayarzakat Konfirmasi & Konsultasi ZIS: WhatsApp Center: 0853-5330-7128
ARTIKEL08/08/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Kenali Perbedaan ZIS; Jangan Sampai salah Kaprah!
Kenali Perbedaan ZIS; Jangan Sampai salah Kaprah!
Dalam Islam, zakat, infak, dan sedekah adalah tiga istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan suatu tindakan yang berkaitan dengan berbagi harta. Meskipun ketiganya memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu sesama, ada perbedaan mendasar antara ketiganya yang perlu dipahami. Berikut adalah penjelasan mengenai pengertian dan ketentuan masing-masing. 1. Zakat Zakat adalah kewajiban yang harus dikeluarkan oleh setiap Muslim yang mampu, sebagai bentuk pembersihan harta dan jiwa. Terdapat dua jenis zakat utama: zakat fitrah, yang dikeluarkan menjelang Idul Fitri, dan zakat mal, yang dikeluarkan dari harta yang dimiliki. Besaran zakat mal adalah 2,5% dari total harta yang mencapai nisab. Zakat memiliki ketentuan yang jelas, termasuk siapa yang berhak menerima (mustahik) dan waktu pengeluarannya. 2. Infak Infak adalah pengeluaran harta yang dilakukan secara sukarela untuk kepentingan umum atau amal. Berbeda dengan zakat, infak tidak memiliki batasan jumlah dan waktu tertentu. Infak bisa dilakukan kapan saja dan dalam jumlah berapapun, sesuai dengan kemampuan individu. Tujuan infak adalah untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan. Infak juga dapat dilakukan dalam bentuk barang, bukan hanya uang. 3. Sedekah Sedekah adalah bentuk amal yang lebih luas dan mencakup semua jenis pengeluaran harta untuk membantu orang lain. Sedekah bisa berupa uang, makanan, atau bahkan tenaga dan waktu. Tidak ada ketentuan khusus mengenai jumlah atau waktu dalam bersedekah, sehingga setiap amal yang dilakukan dengan niat baik dapat dianggap sebagai sedekah. Sedekah juga dapat diberikan kepada siapa saja, tanpa batasan tertentu. Meskipun zakat, infak, dan sedekah memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu sesama, masing-masing memiliki pengertian dan ketentuan yang berbeda. Zakat adalah kewajiban yang harus dipenuhi, infaq adalah pengeluaran secara sukarela, dan sedekah adalah amal yang lebih luas. Memahami perbedaan ini penting agar kita dapat menunaikan kewajiban dan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera. Mari kita tingkatkan kepedulian sosial kita dengan menunaikan zakat, infaq, dan sedekah sesuai dengan kemampuan dan niat kita. Kebaikan tidak perlu ditunda. Dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kota Bandung, Anda turut membantu sesama dan memperkuat solidaritas umat. Salurkan kebaikan Anda dengan mudah dan aman melalui layanan resmi kami. ???? Transfer melalui: Bank BCA 810.132.2025Bank BJB Syariah 546.010.200.7270Bank Mandiri 130.003.000.2722 a.n. BAZNAS Kota Bandung Infak BSI 771.451.4517BCA 810.143.2025 a.n BAZNAS Kota Bandung Donasi Kemanusiaan Palestina BJB 000.00.202.111.11 a.n BAZNAS Kota Bandung Atau melalui Website: kotabandung.baznas.go.id/bayarzakat Konfirmasi & Konsultasi ZIS: WhatsApp Center: 0853-5330-7128
ARTIKEL07/08/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Apa Hukumnya Berkurban Bagi yang Mampu?
Apa Hukumnya Berkurban Bagi yang Mampu?
Menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak umat Islam yang bertanya-tanya: “Apa sebenarnya hukum berkurban bagi yang mampu?” Apakah berkurban wajib dilakukan atau hanya sekadar anjuran? Mari kita bahas bersama berdasarkan pendapat para ulama dan sumber hukum Islam. Apa Itu Kurban? Kurban adalah ibadah menyembelih hewan ternak seperti kambing, sapi, atau unta pada Hari Raya Iduladha dan hari-hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah). Ibadah ini merupakan bentuk ketaatan dan pendekatan diri kepada Allah SWT. Hukum Berkurban bagi yang Mampu Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum berkurban bagi yang mampu adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Ini berarti, meskipun tidak berdosa jika tidak melakukannya, namun sangat disayangkan jika ditinggalkan oleh orang yang mampu. Namun, ada juga ulama seperti Imam Abu Hanifah yang berpendapat bahwa qurban adalah wajib bagi Muslim yang mampu, berdasarkan firman Allah dalam surat Al-Kautsar: "Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah." (QS. Al-Kautsar: 2) Hadis Nabi SAW juga menyebutkan: "Barang siapa yang memiliki kelapangan, namun tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah) Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah qurban bagi yang memiliki kemampuan. Siapa yang Dianggap Mampu Berkurban? Seseorang dianggap mampu berkurban jika ia memiliki harta yang lebih dari kebutuhan pokok dirinya dan keluarganya pada hari-hari Iduladha. Artinya, jika seseorang mampu membeli hewan qurban tanpa mengganggu nafkah keluarga, maka ia tergolong mampu. Keutamaan Berkurban Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim AS. Mendapat pahala yang besar: setiap helai bulu hewan qurban adalah kebaikan. Membersihkan harta dan jiwa. Berbagi kebahagiaan kepada sesama, khususnya kaum dhuafa. Bagi umat Islam yang mampu, berkurban sangat dianjurkan dan merupakan salah satu bentuk ibadah mulia yang dicintai Allah SWT. Meski tidak wajib menurut mayoritas ulama, menunaikan qurban akan mendatangkan pahala besar dan memperkuat solidaritas sosial. Jadi, jika Anda memiliki kelapangan rezeki, jangan ragu untuk berkurban. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikannya sebagai pemberat timbangan kebaikan di akhirat. Aamiin.
ARTIKEL28/05/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Apa Saja Manfaat Berkurban? Ini 7 Keutamaan Kurban Saat Idul Adha yang Wajib Diketahui
Apa Saja Manfaat Berkurban? Ini 7 Keutamaan Kurban Saat Idul Adha yang Wajib Diketahui
Hari Raya Idul Adha, yang jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah, bukan hanya momen perayaan umat Islam, tetapi juga saat paling mulia untuk berkurban. Ibadah kurban memiliki makna spiritual dan sosial yang sangat dalam. Tak hanya membagi daging kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan, berkurban juga menyimpan manfaat luar biasa yang mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membawa keberkahan dalam hidup. Dalam Surah Al-Hajj ayat 34, Allah SWT berfirman: “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan menyembelih kurban, supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka..." Lalu, apa saja manfaat dan hikmah berkurban yang perlu kita pahami? 1. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT Kata kurban berasal dari bahasa Arab “Qariba” yang berarti mendekat. Menyembelih hewan kurban adalah tanda ketaatan dan penghambaan kita kepada Allah. Dalam Al-Qur’an, Allah hanya menerima kurban dari orang-orang yang bertakwa: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Maidah: 27) Melalui ibadah kurban, kita menyatakan kesediaan untuk patuh terhadap perintah-Nya, bahkan dalam hal yang besar seperti mengorbankan harta yang kita cintai. 2. Bentuk Syukur atas Nikmat Rezeki Setiap rezeki yang kita terima menyimpan hak orang lain yang membutuhkan. Berkurban menjadi sarana menyalurkan rezeki itu sekaligus sebagai ekspresi syukur kepada Allah SWT. Surah Al-Kautsar ayat 2 menyebutkan: “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” Berkurban menjadi bukti bahwa kita tidak hanya bersyukur lewat ucapan, tetapi juga dengan aksi nyata berbagi kepada sesama. 3. Menebus Dosa dan Kesalahan Salah satu hadis Rasulullah SAW menyebutkan bahwa darah hewan kurban yang pertama kali menetes merupakan pengampunan atas dosa-dosa yang lalu: "Hai Fatimah, berdirilah di sisi kurbanmu dan saksikanlah ia, sesungguhnya tetesan darahnya yang pertama itu adalah pengampunan bagimu atas dosa-dosamu yang telah lalu.” (HR. Al-Bazzar dan Ibnu Hibban) Inilah mengapa berkurban menjadi momentum spiritual untuk memperbaiki diri dan memohon ampunan dari Allah SWT. 4. Membersihkan Harta dan Jiwa Harta yang kita miliki tidak hanya untuk dinikmati, tetapi juga harus disucikan. Seperti zakat, berkurban menjadi jalan untuk membersihkan harta dan menghindarkan kita dari sifat kikir. Dengan niat yang ikhlas, qurban mendatangkan keberkahan, menenangkan hati, serta memperkuat empati kepada mereka yang kekurangan. 5. Mempererat Tali Persaudaraan dan Solidaritas Sosial Daging kurban biasanya dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan keluarga. Hal ini menciptakan ikatan sosial yang kuat, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menyebarkan kegembiraan dan keadilan sosial di tengah masyarakat. 6. Menghidupkan Sunnah Nabi Ibrahim AS Berkurban adalah perintah Allah SWT yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Dengan melaksanakan kurban, kita ikut meneladani ketakwaan dan keikhlasan mereka yang luar biasa dalam menjalankan perintah Allah. 7. Memberdayakan Peternak Lokal Tak hanya berdampak spiritual, kurban juga berdampak ekonomi. Ketika kita membeli hewan kurban dari peternak lokal atau lembaga seperti Balai Ternak BAZNAS, maka kita turut membantu pemberdayaan peternak kecil agar lebih sejahtera. Berkurban bukan sekadar ritual tahunan, tapi merupakan ibadah yang mengandung makna spiritual, sosial, dan ekonomi. Semoga kita termasuk orang-orang yang diberi kemampuan dan keikhlasan untuk menjalankan perintah berkurban setiap Idul Adha. Jangan tunda niat baik Anda. Mari berkurban dan berbagi kebahagiaan, karena setiap tetes darah yang mengalir, menjadi saksi ketaatan dan bentuk cinta kepada Allah SWT.
ARTIKEL16/05/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Kriteria Hewan Kurban yang Perlu Kita Tahu: Panduan Lengkap Sesuai Syariat
Kriteria Hewan Kurban yang Perlu Kita Tahu: Panduan Lengkap Sesuai Syariat
Kenapa Memilih Hewan Kurban yang Sesuai Syarat Itu Penting? Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Muslim di seluruh dunia melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua hewan bisa dijadikan kurban? Ada beberapa kriteria hewan kurban yang perlu dipenuhi agar ibadah ini sah dan diterima menurut syariat Islam. Berikut panduan lengkap mengenai syarat hewan kurban yang sah agar tidak salah memilih dan ibadah Anda menjadi sempurna. 1. Jenis Hewan Kurban yang Diperbolehkan Hewan yang sah untuk kurban adalah hewan ternak, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadist. Jenis hewan yang boleh digunakan antara lain: Unta Sapi Kambing Domba Tidak ada ketentuan khusus mengenai jenis kelamin hewan kurban, baik jantan maupun betina diperbolehkan selama memenuhi kriteria lainnya. 2. Usia Hewan Kurban Sesuai Syariat Salah satu syarat utama agar kurban sah adalah hewan sudah cukup umur. Ini bisa dikenali dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap. Berikut panduan usia minimal hewan kurban: Unta: Minimal 5 tahun dan masuk tahun ke-6 Sapi: Minimal 2 tahun dan masuk tahun ke-3 Kambing: Minimal 1 tahun dan masuk tahun ke-2 Domba: Minimal 1 tahun, atau jika belum cukup umur harus terlihat gempal (gemuk dan besar) seperti usia setahun 3. Kondisi Fisik Hewan Kurban Harus Sehat dan Tidak Cacat Hewan kurban harus dalam kondisi sehat, tidak cacat, dan tidak memiliki penyakit. Hindari memilih hewan dengan kondisi berikut: Buta Sakit atau pincang Terlalu kurus Telinga atau tanduknya rusak parah Pilihlah hewan yang gemuk, bugar, dan bertubuh besar, karena selain sah secara syariat, juga akan menghasilkan daging lebih banyak untuk dibagikan. 4. Status Kepemilikan Hewan Kurban Hewan kurban harus berasal dari kepemilikan yang sah, baik hasil dari: Ternak sendiri Pembelian yang sah Hibah yang sah Hewan yang berasal dari hasil curian, perampokan, atau sengketa (misalnya warisan yang belum dibagi atau hewan dalam status gadai) tidak sah dijadikan hewan kurban. Pastikan Kurban Anda Sah dan Berkah Memilih hewan kurban yang sesuai syarat bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap syariat, tapi juga cara kita memastikan ibadah kurban diterima oleh Allah SWT. Sebelum membeli hewan kurban, pastikan Anda telah memahami kriteria hewan kurban yang benar dari segi jenis, usia, kondisi, dan kepemilikan. BAZNAS Kota Bandung di tahun ini kembali mengadakan program "Kurban Berkah BAZNAS" bagi sahabat yang ingin menitipkan Kurbannya, bisa menghubungi nomer layanan Kami 0811-2251-717. Semoga kurban kita diterima dan menjadi jalan keberkahan bagi diri, keluarga, dan sesama.
ARTIKEL16/05/2025 | BAZNAS Kota Bandung
4 Bentuk Sedekah ini Ternyata Haram Hukumnya
4 Bentuk Sedekah ini Ternyata Haram Hukumnya
Sedekah merupakan amal sholeh yang dianjurkan dalam Islam. Pada dasarnya, bersedekah hukumnya sunnah, tapi ada juga jenis sedekah yang tergolong wajib. Di sisi lain, sedekah bisa berubah menjadi haram hukumnya karena sejumlah hal. Berikut jenis jenis sedekah yang hukumnya haram 1. Sedekah dari Hasil Usaha yang Haram Rizem Aizid dalam bukunya yang berjudul Di Bawah Naungan 'Arsy, menjelaskan bahwa sedekah menjadi haram jika diambil dari harta yang dihasilkan dengan cara haram seperti korupsi, pencurian, menipu orang lain, hingga bisnis narkoba. Harta hasil tindakan-tindakan tersebut tidak boleh disedekahkan karena Allah SWT tidak akan menerima suatu sedekah dari usaha yang diharamkan. Nabi SAW bersabda, "Siapa yang bersedekah setara dengan satu butir kurma dari hasil usaha yang baik, sementara Allah SWT tidak menerima kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah SWT menerima dengan tangan kanan-Nya, kemudian Allah SWT merawatnya untuk pemiliknya sebagaimana salah seorang di antara kalian merawat anak hewan ternaknya, hingga menjadi gunung." (HR Bukhari) Bahkan jika ada seseorang yang bersedekah dengan harta haram, Rasulullah SAW mengatakan bahwa ia tidak akan diberi pahala. Ia justru akan memperoleh dosa. Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasul SAW bersabda, "Siapa saja yang mencari harta yang haram, lalu ia bersedekah dengan harta tadi, ia tidak akan mendapat pahala, tapi akan mendapat dosa atau siksa." (HR Ibnu Rajab) 2. Sedekah dengan Barang Haram Selain sedekah dari harta hasil cara yang dilarang, sedekah dengan barang atau benda yang haram juga tidak diperbolehkan. Mengutip buku Fiqh Muamalat karya Abd. Rahman Ghazaly, barang haram di sini yakni haram secara zat seperti daging babi. Maka hukum bersedekah dengan benda tersebut menjadi haram. 3. Sedekah dengan Maksud Riya Bersedekah dengan tujuan duniawi seperti ingin dipuji orang lain atau pamer (riya), ini juga termasuk jenis sedekah yang dilarang atau haram hukumnya. Hal ini karena dapat melukai perasaan orang yang menerima sedekah tersebut. Selain itu, riya dalam bersedekah juga mampu menghapus pahala sedekah itu. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 264, Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia, sedangkan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir." 4. Sedekah kepada Ahli Maksiat Selanjutnya, jenis sedekah yang haram adalah sedekah yang diberikan kepada orang yang senang bermaksiat. Yang mana harta sedekah yang diberikan memungkinkan bisa digunakan untuk melakukan maksiat seperti judi, mabuk, maupun zina. Jika seseorang menyedekahkan harta kepada orang tersebut, maka sedekah itu bisa menjadi haram. Titipkan Infak dan Sedekah Sahabat Melalui BAZNAS Kota Bandung dengan cara transfer melalui BSI : 77.145.145.17 a/n BAZNAS Kota Bandung atau melalui web BAZNAS Kota Bandung kotabandung.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL09/05/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Apa Itu Ibadah Kurban? Ini Sejarah dan Hikmahnya
Apa Itu Ibadah Kurban? Ini Sejarah dan Hikmahnya
Apa itu kurban? kurban adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dilakukan oleh umat Islam. Kurban adalah ibadah menyembelih hewan ternak yang dagingnya dibagikan baik untuk keluarga orang yang berkurban maupun kepada orang-orang yang membutuhkan. Hewan ternak yang dikurbankan berupa sapi, kambing, domba maupun unta. Tahukah Abda ternyata ibadah kurban ini mempunyai sejarah yang cukup tua. Berikut ini sejarah ibadah kurban. Sejarah kurban Kurban berawal dari kisah Nabi Ibrahim as. yang berniat menjalankan perintah Allah SWT. Dikisahkan, Nabi Ibrahim as. mendapat perintah dari Allah lewat mimpi. Dalam mimpi tersebut Nabi Ibrahim as. diperintahkan untuk menyembelih anaknya, Ismail as. Pada saat yang ditentukan, Nabi Ibrahim AS melaksanakan perintah Allah SWT. itu. Nabi Ibrahim as. menaruh kepala anaknya sendiri dan siap menyembelihnya. Niat yang begitu kuat untuk menjalankan perintah Tuhan tidak hanya ada di dalam hati Nabi Ibrahim as. tapi juga Nabi Ismail as. Namun sesaat sebelum Nabi Ibrahim as. menyembelih Ismail, posisi sang anak digantikan oleh seekor sembelihan yang besar. Menurut banyak riwayat hadits dikatakan bahwa hewan tersebut adalah kambing gibas. Peristiwa kurban dalam Alquran Allah SWT. berfirman mengenai peristiwa kurban ini di dalam Alquran, Surah As-Shaffat, ayat 103-109: "Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: 'Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) 'Selamat sejahtera bagi Ibrahim'." Itulah sejarah ibadah kurban yang meliputi kisah nabi yang begitu mengharukan. Kisah ini dapat dijadikan sebagai pelajaran dan keteladanan bahwa tirulah cara Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as. yang begitu taat dan patuh pada perintah Allah SWT. Pada saat kita patuh, taat, dan melaksanakan perintah Allah SWT, maka Allah SWT akan memberikan hal yang tidak disangka-sangka dan hal tersebut adalah yang terbaik bagi kita sebagai hamba-Nya.
ARTIKEL08/05/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Siapa Yang Wajib Membayar Zakat? Ini Penjelasannya
Siapa Yang Wajib Membayar Zakat? Ini Penjelasannya
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang sangat penting. Selain sebagai bentuk ibadah, zakat juga berfungsi untuk membersihkan harta dan membantu sesama. Namun, banyak yang masih bingung mengenai siapa saja yang wajib membayar zakat dan siapa yang berhak menerimanya. Berikut adalah penjelasannya. Siapa yang Wajib Membayar Zakat? 1. Muslim yang Sudah Baligh Zakat diwajibkan bagi setiap Muslim yang sudah mencapai usia baligh. Ini berarti bahwa anak-anak yang belum dewasa tidak diwajibkan untuk membayar zakat. 2. Memiliki Harta yang Cukup Seseorang hanya diwajibkan membayar zakat jika ia memiliki harta yang mencapai nisab, yaitu batas minimum harta yang harus dimiliki. Nisab ini berbeda-beda tergantung jenis zakat, seperti zakat fitrah atau zakat mal. 3. Bebas dari Utang Jika seseorang memiliki utang yang cukup besar sehingga mengurangi harta yang dimiliki di bawah nisab, maka ia tidak diwajibkan untuk membayar zakat. 4. Berakal dan Sehat Zakat juga diwajibkan bagi mereka yang berakal dan sehat. Orang yang tidak berakal atau mengalami gangguan mental tidak diwajibkan untuk membayar zakat. Dengan memahami siapa yang wajib membayar zakat, kita dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih baik dan tepat sasaran. Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian kita terhadap sesama. Mari kita tunaikan zakat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Tunaikan Zakat Infak Sedekah anda melalui BAZNAS Kota Bandung dengan cara Transfer melalui rekening BJB Syariah : 546.010.200.7270 Mandiri : 130.003.000.2722 a/n BAZNAS Kota Bandung atau melalui kotabandung.baznas.go.id/bayarzakat
ARTIKEL07/05/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Peran zakat dalam pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat
Peran zakat dalam pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat
Zakat adalah salah satu pilar utama dalam ajaran agama Islam yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi umat Muslim. Zakat tidak hanya memiliki dimensi Ibadah, tetapi juga menjadi instrumen untuk menciptakan keadilan sosial dan ekonomi dalam masyarakat Dalam Al-Qur’an Allah juga berfirman dalam Qur’an surat Al-Bayyinah ayat 5 yang artinya: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS Al-Bayyinah: 5). Di dalam surat Al Bayyinah ayat 5 juga tersirat perintah lainnya dari Allah SWT agar umat-Nya melaksanakan sholat dan zakat sesuai dengan kewajibannya.Keikhlasan dalam beribadah dengan memurnikan niat demi mencari rida Allah dan menjauhkan diri dari kemusyrikan adalah salah satu syarat diterimanya ibadah. Adapun peran zakat adalah sebagai berikut: 1. Pemberdayaan Ekonomi Melalui Zakat Zakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Dengan memberikan zakat, umat Islam dapat membantu mengurangi kesenjangan ekonomi antara kelompok-kelompok masyarakat. Zakat juga dapat diarahkan untuk mendukung usaha mikro dan kecil, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan modal bagi para pelaku usaha kecil. 2. Penanggulangan Kemiskinan Salah satu tujuan utama zakat adalah untuk mengurangi tingkat kemiskinan dalam masyarakat. Dengan memberikan bantuan kepada fakir miskin dan golongan yang membutuhkan, zakat dapat menjadi instrumen efektif dalam mengatasi ketidaksetaraan ekonomi. Pemberdayaan ekonomi melalui zakat dapat membantu orang-orang yang kurang beruntung untuk bangkit dari kemiskinan dan memperoleh kehidupan yang lebih layak. 3. Pembangunan Sosial Zakat tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi, tetapi juga memiliki dampak signifikan dalam pembangunan sosial. Dengan mengalokasikan zakat untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur sosial, masyarakat dapat merasakan manfaatnya dalam meningkatkan kualitas hidup. Zakat dapat digunakan untuk memberikan akses pendidikan yang layak dan perawatan kesehatan kepada mereka yang tidak mampu. 4. Kesadaran Kolektif Implementasi zakat juga menciptakan kesadaran kolektif dalam masyarakat. Ketika umat Islam secara bersama-sama memberikan zakat, mereka turut berpartisipasi dalam upaya membangun keadilan dan kesejahteraan bersama. Hal ini dapat menciptakan ikatan sosial yang kuat dan memperkuat solidaritas di antara anggota masyarakat. Zakat bukan hanya sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen yang memiliki dampak luas dalam pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat. Dengan memahami dan mengimplementasikan zakat dengan baik, umat Islam dapat berperan aktif dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil, makmur, dan berdaya. Tunaikan Zakat Infak Sedekah anda melalui BAZNAS Kota Bandung dengan cara Transfer melalui rekening BJB Syariah : 546.010.200.7270 Mandiri : 130.003.000.2722 a/n BAZNAS Kota Bandung atau melalui kotabandung.baznas.go.id/bayarzakat
ARTIKEL06/05/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat