Berita Terkini
BAZNAS Kota Bandung Wujudkan Hunian Layak bagi Warga Membutuhkan
Bandung, 8 April 2026 — BAZNAS Kota Bandung kembali menyalurkan bantuan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kepada warga yang membutuhkan. Kali ini, bantuan diberikan kepada Ibu Euis (66 tahun), warga Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler, yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi fisik bangunan yang memprihatinkan dan berisiko terhadap keselamatan penghuninya.
Hasil asesmen lapangan menunjukkan sejumlah kerusakan berat pada bangunan rumah, di antaranya atap yang bocor dan berpotensi ambruk, dinding yang berlubang dan retak parah, kusen yang sudah tidak kokoh akibat dimakan rayap, serta lantai dan material bangunan yang telah lapuk dimakan usia. Kondisi tersebut membuat rumah tidak lagi memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan untuk dihuni.
Rumah tersebut dihuni oleh dua kepala keluarga dengan total tiga jiwa. Keterbatasan kondisi ekonomi membuat Ibu Euis belum mampu melakukan perbaikan, sementara risiko kerusakan semakin meningkat, terutama saat hujan turun dan angin kencang.
Melalui program Rutilahu, BAZNAS Kota Bandung hadir memberikan intervensi nyata agar Ibu Euis dan keluarganya dapat kembali menempati hunian yang aman, layak, dan nyaman. Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Bandung dalam meningkatkan kualitas hidup warga prasejahtera melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat.
BAZNAS Kota Bandung mengajak masyarakat untuk terus mendukung program-program kemanusiaan yang memberikan dampak langsung bagi warga yang membutuhkan, salah satunya melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah secara amanah dan tepat sasaran.
08/04/2026 | BAZNAS Kota Bandung
BAZNAS Kota Bandung Dirikan Posko Mudik Ramadhan 1447 H di Ujungberung
Bandung, 19 Maret 2026 — BAZNAS Kota Bandung menghadirkan Posko Mudik Ramadhan 1447 H sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan bagi para pemudik yang melintas di wilayah Ujungberung. Posko ini berlokasi di Jl. Raya Ujungberung, tepatnya di Gerbang Selatan Masjid Besar Kaum Ujungberung, dan beroperasi pada Kamis (19/3/2026) mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB.
Selama pelaksanaannya, posko tersebut menjadi tempat singgah yang nyaman bagi para pemudik untuk beristirahat sekaligus memanfaatkan berbagai layanan gratis yang disediakan. Layanan tersebut meliputi service ringan sepeda motor, ganti oli, pijat refleksi, serta penyediaan minuman dan makanan.
Menariknya, layanan service ringan dan ganti oli dilaksanakan oleh montir binaan BAZNAS Kota Bandung yang telah mendapatkan pelatihan teknik perbengkelan dari BBVP Kota Bandung. Sementara itu, layanan pijat refleksi diberikan oleh penyandang disabilitas (tuna netra), sebagai bentuk pemberdayaan mustahik agar dapat berkontribusi aktif dalam pelayanan masyarakat.
BAZNAS Kota Bandung menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata dari dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang tengah melakukan perjalanan menuju kampung halaman.
Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk kolaborasi dengan Kementerian Agama Kota Bandung melalui program Masjid Ramah Pemudik dan Ekspedisi Masjid Indonesia. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan umat, khususnya selama periode mudik Ramadhan.
BAZNAS Kota Bandung turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
Diharapkan, program serupa dapat terus dilaksanakan guna memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
19/03/2026 | BAZNAS Kota Bandung
Penjelasan BAZNAS RI Atas Respons Publik Terkait Laporan Keuangan 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dengan ini menyampaikan tanggapan resmi terhadap informasi di media sosial, terkait Laporan Keuangan BAZNAS Tahun 2024.
BAZNAS RI menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah peduli dengan pengelolaan zakat yang dilaksanakan oleh BAZNAS RI. BAZNAS ingin menegaskan bahwa seluruh proses pengelolaan zakat dilaksanakan dengan komitmen tinggi terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI (3A).
Tata kelola zakat di BAZNAS menerapkan sistem pengawasan berlapis yang melibatkan berbagai pihak. Laporan keuangan BAZNAS setiap tahun diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen, sehingga menjamin validitas dan kredibilitas angka-angka yang dilaporkan. Selain itu, BAZNAS juga menjalani audit syariah oleh tim auditor syariah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dalam setiap aktivitas pengelolaan zakat.
Pengawasan fungsional secara berkala juga dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag RI, sementara secara internal BAZNAS RI memiliki Direktorat Audit, Kepatuhan dan Manajemen Risiko dan Direktorat Pengendalian dan Evaluasi yang melakukan pengawasan melekat terhadap seluruh proses bisnis lembaga.
Tidak hanya itu, sebagai wujud keterbukaan informasi publik, seluruh laporan keuangan BAZNAS RI dapat diakses dan dikaji oleh masyarakat luas melalui laman resmi www.baznas.go.id, sehingga publik dapat melakukan pengawasan sosial secara mandiri.
Dalam menyalurkan zakat, seluruh dana zakat yang ditunaikan oleh muzaki ke BAZNAS disalurkan kepada delapan asnaf sesuai syariat islam secara proporsional. Kedelapan asnaf tersebut ialah fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fi sabilillah dan ibnu sabil. Khusus untuk asnaf amil, Kementerian Agama melalui KMA no. 606 tahun 2020 menetapkan paling banyak 12,5 persen (1/8 bagian). Untuk asnaf lainnya, proporsi penyalurannya berdasarkan skala prioritas berbasis program guna meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan sesuai dengan tujuan dari pengelolaan zakat menurut Undang-undang no. 23 tahun 2011.
Dalam postur penyaluran zakat sepanjang tahun 2024, BAZNAS RI menyalurkan dana zakat dengan porsi terbesar kepada asnaf miskin, yakni mencapai 38,4 persen dari total seluruh dana zakat yang disalurkan. Asnaf miskin sendiri merupakan salah satu dari delapan golongan penerima zakat yang secara syariah didefinisikan sebagai orang yang memiliki harta atau penghasilan, namun tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup sehari-hari bagi diri dan keluarganya, baik kebutuhan pangan, sandang, maupun papan.
Penyaluran kepada asnaf miskin ini tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program-program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Untuk menjangkau asnaf miskin di wilayah perkotaan, BAZNAS RI menjalankan berbagai program ekonomi produktif seperti Z-Mart, Z-Chicken, Z-Coffee, Z-Auto, dan sejenisnya, yang memberdayakan mustahik menjadi pelaku usaha mikro binaan dengan pendampingan intensif.
Sementara untuk menjangkau asnaf miskin di wilayah pedesaan, BAZNAS RI melaksanakan program Balai Ternak, Lumbung Pangan, Zakat Community Development (ZCD), serta pembiayaan mikro syariah yang menyasar petani, peternak, dan nelayan di berbagai pelosok daerah.
Program-program ini dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang dalam mengentaskan mustahik dari garis kemiskinan. Alokasi terbesar dari Asnaf Fi Sabilillah disalurkan dalam bentuk bantuan pendidikan berupa program beasiswa Cendekia BAZNAS dalam dan luar negeri, beasiswa santri, Madrasah Layak Belajar, berbagai bantuan pendidikan yang berasal dari permohonan publik ke BAZNAS. Selain itu bantuan Fi sabililah juga disalurkan untuk dukungan bagi para dai yang bertugas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta di daerah-daerah minoritas muslim yang membutuhkan penguatan dakwah.
Sementara itu terkait porsi amil yang juga menjadi sorotan, BAZNAS RI perlu menjelaskan bahwa keberadaan amil sebagai pengelola zakat secara eksplisit disebut dalam QS. al-Taubah ayat 60 sebagai salah satu dari delapan asnaf yang berhak menerima zakat. Persentase amil maksimal 12,5 persen (1/8) dari dana zakat diatur secara jelas dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 606 Tahun 2020 tentang Pedoman Audit Syariah atas Laporan Pengelolaan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah.
Dari postur Laporan Keuangan BAZNAS RI 2024, telah sesuai aturan, di mana realisasi dana amil dari zakat sebesar 12,32 persen. Angka tersebut kurang dari 1/8 atau 12,5 persen dana amil sesuai ketentuan di atas. Dana ini digunakan secara proporsional dan transparan untuk belanja pegawai, belanja administrasi umum, kebutuhan operasional Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di seluruh kementerian, lembaga, BUMN, dan instansi vertikal di seluruh Indonesia dan dana Amil juga digunakan untuk pengembangan teknologi informasi.
BAZNAS RI mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa merujuk pada sumber resmi milik BAZNAS yaitu laman baznas.go.id dan media sosial BAZNAS RI. Kepercayaan publik adalah amanah terbesar yang terus dijaga dengan konsistensi dan berintegritas dalam pengelolaan zakat. BAZNAS RI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan penyaluran zakat demi mewujudkan kesejahteraan umat dan percepatan penanggulangan kemiskinan di Indonesia.
03/03/2026 | BAZNAS RI
Artikel Terbaru
Menghidupkan Sunnah Rasul melalui Zakat dan Sedekah
Dalam kehidupan seorang muslim, cinta kepada Rasulullah SAW bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi diwujudkan dengan amal nyata. Salah satu bentuk kecintaan itu adalah dengan sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW. Rasulullah adalah teladan agung dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam hal kepedulian sosial dan kedermawanan. Beliau dikenal sebagai sosok yang sangat pemurah, dermawan, dan tidak pernah menolak permintaan orang yang membutuhkan.
Bagi umat Islam, meneladani beliau berarti mencontoh akhlaknya, salah satunya melalui sedekah. Dengan sedekah, seorang muslim dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menunjukkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW yang telah mengajarkan pentingnya berbagi. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang keutamaan sedekah, hubungannya dengan cinta kepada Rasulullah SAW, serta bagaimana praktiknya dalam kehidupan sehari-hari.
1. Teladan Rasulullah SAW dalam Bersedekah
Rasulullah SAW adalah figur utama yang menjadi teladan bagi umat Islam. Beliau tidak hanya memerintahkan umatnya untuk bersedekah, tetapi juga mencontohkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama, diceritakan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menyimpan harta terlalu lama. Setiap kali ada yang datang meminta, beliau segera memberikannya, bahkan ketika beliau sendiri dalam keadaan terbatas. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW, karena beliau mengajarkan bahwa harta bukanlah sesuatu yang mutlak dimiliki, melainkan titipan Allah untuk digunakan di jalan kebaikan.
Kedua, dalam berbagai riwayat, Rasulullah SAW sering mengutamakan orang lain di atas dirinya sendiri. Bahkan saat beliau memiliki satu potong kurma, kurma itu tetap dibagikan kepada yang membutuhkan. Keteladanan ini menjadi motivasi bagi kita untuk meneladani akhlak mulia beliau.
Ketiga, Rasulullah SAW menekankan bahwa sedekah tidak harus berupa harta yang besar. Senyum kepada saudara muslim, menyingkirkan duri dari jalan, atau memberikan bantuan kecil pun dihitung sebagai sedekah. Maka, siapa pun bisa bersedekah sesuai dengan kemampuannya.
Keempat, keteladanan beliau dalam kedermawanan semakin jelas terlihat saat bulan Ramadan. Rasulullah SAW menjadi jauh lebih dermawan daripada angin yang berhembus. Inilah yang mendorong umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum utama dalam meningkatkan sedekah.
Kelima, dengan meneladani sifat dermawan Rasulullah SAW, kita sebenarnya sedang menunjukkan rasa cinta kita kepada beliau. Karena itu, mengikuti jejak beliau dalam bersedekah merupakan bagian dari implementasi sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW.
2. Keutamaan Sedekah dalam Islam
Islam menjelaskan banyak keutamaan sedekah, baik di dunia maupun di akhirat. Sedekah bukan hanya memberikan manfaat kepada penerima, tetapi juga kepada pemberinya.
Pertama, sedekah dapat menghapus dosa. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan, “Sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” Dengan demikian, sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW juga berarti membersihkan diri dari kesalahan dan mendekatkan diri kepada Allah.
Kedua, sedekah menjadi sebab turunnya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Orang yang dermawan akan selalu dimudahkan rezekinya, bahkan dalam kondisi sulit sekalipun. Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim).
Ketiga, sedekah membawa ketenangan jiwa. Orang yang ikhlas bersedekah akan merasakan kebahagiaan batin yang tidak bisa diukur dengan materi. Dengan memberi, hati menjadi lebih lapang dan jauh dari sifat tamak.
Keempat, sedekah menjadi benteng dari musibah. Dalam hadis riwayat Thabrani disebutkan, “Bersegeralah bersedekah, karena musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah.” Hal ini menunjukkan bahwa sedekah bukan hanya amal ibadah, tetapi juga perlindungan.
Kelima, sedekah akan menjadi investasi akhirat. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261).
Dengan demikian, sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW memberikan manfaat ganda: kebaikan dunia sekaligus tabungan pahala di akhirat.
3. Mengapa Sedekah Disebut Wujud Cinta kepada Rasulullah SAW?
Rasa cinta kepada Rasulullah SAW tidak hanya dibuktikan dengan ucapan shalawat atau perayaan maulid, tetapi juga dengan meneladani akhlak beliau.
Pertama, Rasulullah SAW adalah pribadi yang penuh kasih sayang kepada umatnya. Beliau mengajarkan agar umat Islam tidak hanya mementingkan dirinya sendiri, tetapi juga peduli kepada sesama. Maka, ketika kita bersedekah, sejatinya kita sedang menjalankan ajaran beliau.
Kedua, sedekah menjadi bukti nyata implementasi sunnah Nabi. Jika kita benar-benar mencintai beliau, maka kita akan berusaha menjalankan sunnahnya, termasuk dalam hal berbagi kepada yang membutuhkan. Itulah makna sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW.
Ketiga, sedekah memperkuat ukhuwah Islamiyah. Rasulullah SAW selalu menekankan pentingnya persaudaraan antarumat Islam. Dengan bersedekah, kita membantu meringankan beban saudara kita, sehingga tercipta hubungan yang lebih erat.
Keempat, cinta kepada Rasulullah SAW identik dengan ketaatan kepada Allah SWT. Karena Rasulullah adalah utusan Allah, maka mengikuti beliau sama artinya dengan menjalankan perintah Allah. Dan sedekah adalah bagian dari perintah itu.
Kelima, bersedekah dengan niat cinta kepada Rasulullah SAW akan melipatgandakan pahala. Karena kita tidak hanya mencari ridha Allah, tetapi juga ingin meneladani sang teladan terbaik, Nabi Muhammad SAW.
4. Cara Praktis Menjadikan Sedekah sebagai Bentuk Cinta kepada Rasulullah SAW
Bersedekah bisa dilakukan dengan berbagai cara, dan semua orang mampu melakukannya sesuai kapasitas masing-masing.
Pertama, sedekah dengan harta. Ini adalah bentuk sedekah yang paling umum, seperti memberikan makanan kepada fakir miskin, menyumbang masjid, atau membantu biaya pendidikan anak yatim.
Kedua, sedekah dengan tenaga. Rasulullah SAW bersabda bahwa menyingkirkan gangguan dari jalan adalah bentuk sedekah. Artinya, membantu orang lain dengan tenaga juga termasuk ibadah.
Ketiga, sedekah dengan ilmu. Mengajarkan Al-Qur’an, memberi nasihat, atau menyebarkan pengetahuan bermanfaat adalah bagian dari sedekah. Rasulullah SAW adalah guru terbaik, maka mengikuti beliau dengan menyebarkan ilmu adalah bentuk cinta nyata.
Keempat, sedekah dengan senyum dan akhlak mulia. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa senyum kepada saudara adalah sedekah. Maka, akhlak yang baik pun termasuk sedekah yang mencerminkan cinta kita kepada beliau.
Kelima, sedekah secara rutin. Rasulullah SAW lebih menyukai amal yang dilakukan secara konsisten, meskipun kecil. Maka, untuk menunjukkan sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW, sebaiknya kita melakukannya setiap hari, meskipun sedikit.
5. Sedekah dalam Konteks Kehidupan Modern
Di era modern, sedekah semakin mudah dilakukan. Teknologi memberikan banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh umat Islam.
Pertama, kini banyak lembaga zakat, infaq, dan sedekah yang menyediakan platform digital. Umat Islam bisa bersedekah melalui transfer bank, aplikasi, atau bahkan dompet digital.
Kedua, sedekah juga bisa berupa donasi kemanusiaan global, misalnya untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina, Suriah, atau daerah lain yang tertimpa musibah. Hal ini sesuai dengan semangat kasih sayang yang diajarkan Rasulullah SAW.
Ketiga, sedekah bisa diwujudkan dalam bentuk pemberdayaan ekonomi umat. Misalnya, mendukung UMKM, membantu modal usaha kecil, atau program sosial yang berkelanjutan. Dengan begitu, manfaat sedekah tidak hanya jangka pendek, tetapi juga jangka panjang.
Keempat, sedekah bisa dilakukan melalui gerakan sosial, seperti berbagi makanan gratis, memberikan beasiswa, atau mendukung program kesehatan masyarakat. Semua ini adalah wujud kepedulian yang diajarkan Rasulullah SAW.
Kelima, dengan memanfaatkan teknologi dan peluang di era modern, kita bisa semakin mempermudah praktik sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW, sehingga lebih banyak orang yang merasakan manfaatnya.
Cinta kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam bentuk nyata, bukan sekadar ucapan. Salah satu wujud nyata itu adalah sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW. Dengan bersedekah, kita meneladani sifat dermawan beliau, mendapatkan keutamaan dunia dan akhirat, serta memperkuat ukhuwah antarumat Islam.
Di tengah kehidupan modern, sedekah semakin mudah dilakukan. Mulai dari sedekah harta, ilmu, tenaga, hingga akhlak mulia, semuanya bisa menjadi bentuk cinta kita kepada Rasulullah SAW. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang istiqamah dalam bersedekah, sehingga kelak mendapat syafaat dari beliau di hari kiamat.
04/09/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Teladan Sedekah Rasulullah untuk Umat Islam
Rasulullah Muhammad SAW adalah contoh utama bagi umat Islam dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam perbuatan bersedekah. Beliau mengajarkan kepada umatnya tentang pentingnya memberikan kepada yang membutuhkan serta memberikan teladan langsung dalam tindakan bersedekah. Mari kita mengenal lebih dekat bagaimana Rasulullah dalam bersedekah melalui kisah-kisah yang tercatat dalam sejarah Islam.
1. Kemurahan Hati Rasulullah
Rasulullah dikenal dengan sifat kemurahan hatinya yang luar biasa. Beliau tidak pernah ragu untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, baik dalam bentuk harta maupun dalam bentuk nasihat dan perlindungan. Beliau mengajarkan kepada umatnya bahwa bersedekah tidak hanya tentang memberikan harta, tetapi juga tentang memberikan kebaikan dengan segala cara yang dimungkinkan.
2. Menyantuni Kaum Miskin dan Yatim
Salah satu tindakan bersedekah Rasulullah yang paling terkenal adalah menyantuni kaum miskin dan yatim. Beliau selalu memperhatikan kebutuhan mereka dan memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya. Rasulullah mengajarkan kepada umatnya bahwa menyantuni kaum miskin dan yatim merupakan salah satu amal yang paling dicintai oleh Allah SWT.
3. Bersedekah dalam Bentuk Nasihat dan Doa
Tidak hanya dalam bentuk materi, Rasulullah juga memberikan sedekah dalam bentuk nasihat dan doa kepada umatnya. Beliau selalu memberikan motivasi dan dorongan kepada para sahabatnya untuk berbuat kebaikan dan membantu sesama. Rasulullah juga selalu mendoakan kebaikan bagi umatnya, agar mereka selalu diberi kekuatan untuk berbuat baik dan mendapatkan keberkahan dalam hidup.
4. Memberikan Contoh Kebaikan dalam Kehidupan Sehari-hari
Rasulullah tidak hanya memberikan contoh kebaikan dalam bentuk bersedekah secara besar-besaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Beliau selalu menjadi teladan bagi umatnya dalam segala hal, termasuk dalam sikap dermawan dan murah hati. Rasulullah mengajarkan bahwa bersedekah bukanlah tindakan yang sulit dilakukan, melainkan tindakan yang seharusnya dilakukan oleh setiap muslim.
5. Bersedekah dengan Tulus dan Ikhlas
Salah satu pelajaran penting yang dapat kita ambil dari kisah bersedekah Rasulullah adalah pentingnya bersedekah dengan tulus dan ikhlas. Beliau selalu mengajarkan kepada umatnya bahwa bersedekah bukanlah untuk mencari pujian atau balasan dari manusia, tetapi semata-mata untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT. Rasulullah mencontohkan betapa pentingnya niat yang tulus dalam setiap amal kebaikan yang dilakukan.
Kisah bersedekah Rasulullah memberikan inspirasi dan motivasi bagi umat Islam untuk mengikuti jejak beliau dalam berbuat kebaikan. Beliau mengajarkan bahwa bersedekah bukanlah tindakan yang sulit dilakukan, tetapi merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membantu sesama. Dengan mengikuti contoh Rasulullah dalam bersedekah, kita dapat menjadi lebih baik dalam berbuat kebaikan dan mendapatkan keberkahan dalam hidup ini.
03/09/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Infak Tak Harus Banyak: Keikhlasan yang Membuka Rahmat Allah
Infak merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Namun, sering kali muncul anggapan bahwa infak harus dalam jumlah yang besar untuk mendapatkan pahala yang maksimal. Padahal, sebenarnya infak tidak harus banyak; yang terpenting adalah keikhlasan niat di balik setiap sedekah yang kita berikan.
Keikhlasan adalah kunci utama dalam berinfak. Allah SWT melihat niat hati kita, bukan semata-mata jumlah harta yang dikeluarkan. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman bahwa Dia akan menerima amal yang dilakukan dengan penuh keikhlasan. Seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Hurairah, pernah menceritakan bahwa sekecil apapun infak yang diberikan dengan niat yang tulus, akan mendapatkan balasan yang lebih besar dari Allah.
Infak yang dilakukan dengan ikhlas akan membuka rahmat dan berkah dari Allah. Dengan memberikan sedikit harta kita, baik berupa uang, makanan, atau barang yang masih layak pakai, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga membersihkan jiwa dari sifat kikir dan egois. Setiap rupiah yang dikeluarkan dengan niat yang baik akan mendatangkan ridha Allah dan mendekatkan kita kepada-Nya.
Mari kita mulai untuk berinfak, meskipun dalam jumlah yang kecil. Ingatlah bahwa setiap amal baik yang kita lakukan, termasuk infak, akan menjadi investasi kita di akhirat. Dengan keikhlasan, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga mendapatkan rahmat dan berkah yang tiada tara dari Allah. Semoga setiap langkah kita dalam berinfak menjadi jalan menuju kebaikan dan kebahagiaan dunia serta akhirat.
Kebaikan tidak perlu ditunda. Dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kota Bandung, Anda turut membantu sesama dan memperkuat solidaritas umat.
Salurkan kebaikan Anda dengan mudah dan aman melalui layanan resmi kami.
Transfer melalui:
Bank BCA 810.132.2025
Bank BJB Syariah 546.010.200.7270
Bank Mandiri 130.003.000.2722
a.n. BAZNAS Kota Bandung
Infak
BSI 771.451.4517
BCA 810.143.2025
a.n BAZNAS Kota Bandung
Donasi Kemanusiaan Palestina
BJB 000.00.202.111.11
a.n BAZNAS Kota Bandung
Atau melalui Website: kotabandung.baznas.go.id/bayarzakat
Konfirmasi & Konsultasi ZIS: WhatsApp Center: 0853-5330-7128
29/08/2025 | BAZNAS Kota Bandung
BAZNAS TV
BAZNAS Kota Bandung Bangun Harapan: Rumah Layak Huni untuk Pak Novadian
Penulis: BAZNAS Kota Bandung
Bincang Zakat : Anger Management
Penulis: BAZNAS Kota Bandung





