WhatsApp Icon

Gebyar Pengumpulan dan Penyaluran Zakat, Infak dan Sedekah BAZNAS Kota Bandung Himpun Rp23,09 Miliar

19/10/2026  |  Penulis: BAZNAS Kota Bandung

Bagikan:URL telah tercopy
Gebyar Pengumpulan dan Penyaluran Zakat, Infak dan Sedekah BAZNAS Kota Bandung Himpun Rp23,09 Miliar

Gebyar Pengumpulan dan Penyaluran ZIS

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bandung berhasil menghimpun dana zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya sebesar Rp23,09 miliar selama Januari–September 2026. Pada periode yang sama, dana yang disalurkan mencapai Rp17,96 miliar dan telah memberikan manfaat kepada 50.620 jiwa.

Capaian tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Kota Bandung Momon A. Imron dalam kegiatan Gebyar Pengumpulan dan Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang berlangsung di Komplek Pendidikan Muhammadiyah Antapani Kota Bandung, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi kepada para muzaki dan munfik sekaligus wujud pertanggung-jawaban BAZNAS atas pengelolaan dana umat secara terbuka.

Dari total penghimpunan Januari hingga September 2026, dana zakat yang terhimpun mencapai Rp19,17 miliar atau sekitar 83 persen. Sementara itu, infak dan sedekah terkumpul sebesar Rp3,76 miliar atau 16,3 persen, serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya sebesar Rp163,43 juta atau 0,7 persen.

“Gebyar ini kami selenggarakan sebagai bentuk terima kasih kepada para muzaki dan munfik yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Kota Bandung. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pertanggungjawaban pengelolaan dana umat sekaligus upaya mengajak lebih banyak masyarakat menunaikan ZIS melalui BAZNAS,” jelas Momon.

Penyaluran dana dilakukan melalui lima program utama, yakni Bandung Peduli, Bandung Takwa, Bandung Makmur, Bandung Cerdas, dan Bandung Sehat. Program Bandung Peduli menjadi program dengan penyaluran terbesar, yakni Rp9,42 miliar yang menjangkau 39.833 orang. Selanjutnya, Bandung Takwa menerima alokasi Rp3,39 miliar, Bandung Makmur Rp1,97 miliar, Bandung Cerdas Rp1,30 miliar, dan Bandung Sehat sekitar Rp861,26 juta.

Secara khusus, penyaluran dana zakat kepada golongan fakir dan miskin mencapai Rp10,65 miliar. Bantuan tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari keberlangsungan hidup keluarga, pendidikan anak dan mahasiswa, layanan kesehatan, penyediaan rumah layak huni, pemenuhan kebutuhan air bersih, hingga dukungan bagi pelaku usaha kecil agar dapat kembali mengembangkan usahanya.

Memasuki Oktober 2026, penghimpunan dana pada 1–19 Oktober tercatat mencapai Rp2,51 miliar, dengan 99,43 persen berasal dari zakat. Pada periode yang sama, penyaluran mencapai Rp571,17 juta untuk 592 jiwa. BAZNAS Kota Bandung merencanakan penyaluran tambahan sebesar Rp634 juta pada 20–31 Oktober, sehingga total penyaluran Oktober ditargetkan mencapai Rp1,20 miliar bagi 1.011 penerima manfaat.

Selain membantu masyarakat Kota Bandung, BAZNAS juga menyalurkan kepedulian bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,41 miliar. Bantuan tersebut digunakan untuk mendukung pemulihan kebutuhan dasar warga terdampak, termasuk hunian sementara, masjid darurat, perlengkapan ibadah, logistik keluarga, layanan kesehatan, fasilitas sekolah, serta dukungan psikososial bagi anak-anak.

Sinergi Dengan Pemerintah Kota Bandung

Untuk memperluas dampak program, BAZNAS Kota Bandung juga memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Bandung melalui penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama. Kolaborasi tersebut melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta TP Posyandu Kota Bandung.

Kerja sama ini mencakup edukasi zakat di sekolah, bantuan sosial bagi siswa rawan melanjutkan pendidikan, pendampingan usaha mikro, penanganan masyarakat yang terjerat utang, pengelolaan ATM Beras, penanganan stunting melalui Dapur Dashat, hingga pemberdayaan wirausaha muda.

Salah satu program unggulan yang mulai diluncurkan adalah BAZNAS Goes to School, yang dilaksanakan bersama Dinas Pendidikan Kota Bandung.  Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang zakat, infak, dan sedekah di lingkungan pendidikan, menumbuhkan karakter dermawan sejak dini, membentuk Duta Zakat dari kalangan siswa dan mahasiswa, serta mendorong pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di sekolah.

Momon menegaskan komitmen BAZNAS Kota Bandung untuk mewujudkan arah BAZNAS di hati umat melalui lima prinsip, yaitu Diingat, Dipercaya, Dijangkau, Dicintai, dan Dibanggakan. Prinsip tersebut menjadi landasan untuk memperkuat amanah, transparansi, profesionalisme, serta kemudahan akses layanan bagi masyarakat.

Wali Kota Bandung dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pencapaian BAZNAS Kota Bandung dalam pengumpulan dan penyaluran ZIS. Menurutnya, BAZNAS Kota Bandung telah secara nyata menjadi mitra Pemerintah Kota Bandung dalam turut membantu menyelesaikan beragam permasalahan Kota Bandung, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan utamanya permasalahan sosial.

Dukungan Pemerintah Kota Bandung terhadap gerakan zakat juga mendapat apresiasi. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan sebelumnya menerima penghargaan sebagai Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik dalam ajang BAZNAS Grand Awards 2026.

Melalui penguatan penghimpunan, transparansi penyaluran, edukasi zakat, dan kolaborasi lintas sektor, BAZNAS Kota Bandung berharap dana umat dapat dikelola semakin optimal untuk memperluas manfaat, meningkatkan kesejahteraan, dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Bandung.

Lihat Daftar Rekening →