WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

ZAKAT PERUSAHAAN
ZAKAT PERUSAHAAN
Zakat perusahaan adalah zakat perniagaan dengan menghitung aktiva lancar dikurangi dengan kewajiban yang dimiliki oleh perusahaan atau dalam konsep akuntansinya berdasarkan pada neraca bukan laba rugi. Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS. at-Taubah:103) Para ulama peserta Muktamar Internasional Pertama tentang zakat di Kuwait (29 Rajab 1404 H), menganalogikan zakat perusahaan kepada zakat perdagangan. Hal ini dikarenakan, jika dipandang dari aspek legal dan ekonomi, kegiatan sebuah perusahaan intinya berpijak pada kegiatan trading atau perdagangan. Oleh karena itu, secara umum pola pembayaran dan penghitungan zakat perusahaan dianggap sama dengan zakat perdagangan begitu pun dengan kadar nisabnya setara dengan 85 gram emas. Sebuah perusahaan biasanya memiliki harta yang tidak akan terlepas dari tiga bentuk: Pertama, harta dalam bentuk barang. baik yang berupa sarana dan prasarana maupun yang merupakan komoditas perdagangan. Kedua, harta dalam bentuk uang tunai yang biasanya disimpan di bank-bank. Ketiga, harta dalam bentuk piutang. Maka yang dimaksud dengan harta perusahaan yang harus dizakati adalah ketiga bentuk harta tersebut dikurangi harta dalam bentuk sarana dan prasarana serta kewajiban mendesak lainnya, seperti utang yang jatuh tempo atau yang harus dibayar saat itu juga. Abu Ubaid (wafat tahun 224 H) di dalam Al-Amwaal menyatakan bahwa; “Apabila engkau telah sampai batas waktu membayar zakat (yaitu usaha engkau telah berlangsung selama satu tahun, misalnya usaha dimulai pada bulan Zulhijjah 1421 H dan telah sampai pada Zulhijjah 1422 H), perhatikanlah apa yang engkau miliki, baik berupa uang (kas) ataupun barang yang siap diperdagangkan (persediaan), kemudian nilailah dengan nilai uang dan hitunglah utang-utang engkau atas apa yang engkau miliki“. Dari penjelasan di atas, maka dapatlah diketahui bahwa pola perhitungan zakat perusahaan didasarkan pada laporan keuangan (neraca) dengan mengurangkan kewajiban atas asset lancar, atau seluruh harta (di luar sarana dan prasarana) ditambah keuntungan, dikurangi pembayaran utang dan kewajiban lainnya, lalu dikeluarkan 2,5 persen sebagai zakatnya. Sementara pendapat lain menyatakan bahwa yang wajib dikeluarkan zakatnya itu hanyalah keuntungannya saja. Cara menghitung zakat perusahaan: 2,5% x (aset lancar – hutang jangka pendek) Contoh: Perusahaan A memiliki aset usaha senilai Rp2.000.000.000,- dengan hutang jangka pendek senilai Rp500.000.000,-. Jika harga emas saat ini Rp622.000,-/gram, maka nishab zakat senilai Rp52.870.000,-. Sehingga Perusahaan A sudah wajib zakat atas perusahaannya. Zakat perusahaan yang perlu ditunaikan sebesar 2,5% x (Rp2.000.000.000,- – Rp500.000.000,-) = Rp37.500.000,-. Kebaikan tidak perlu ditunda. Dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kota Bandung, Anda turut membantu sesama dan memperkuat solidaritas umat. Salurkan kebaikan Anda dengan mudah dan aman melalui layanan resmi kami. Transfer melalui: Bank BCA 810.132.2025 Bank BJB Syariah 546.010.200.7270 Bank Mandiri 130.003.000.2722 a.n. BAZNAS Kota Bandung Infak BSI 771.451.4517 BCA 810.143.2025 a.n BAZNAS Kota Bandung Donasi Kemanusiaan Palestina BJB 000.00.202.111.11 a.n BAZNAS Kota Bandung Atau melalui Website: kotabandung.baznas.go.id/bayarzakat Konfirmasi & Konsultasi ZIS: WhatsApp Center: 0853-5330-7128
01/09/2025 | BAZNAS Kota Bandung
BAZNAS Kota Bandung tingkatkan kompetensi Da'i menjadi Da'i Profesional dan Mandiri Melalui Wirausaha
BAZNAS Kota Bandung tingkatkan kompetensi Da'i menjadi Da'i Profesional dan Mandiri Melalui Wirausaha
Selasa, (12/8) BAZNAS Kota Bandung mengadakan Pelatihan Dai Zakat, sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi Dai dalam dakwah praktis zakat. Kegiatan ini dirancang untuk membekali para Dai dengan pemahaman mendalam tentang zakat, serta kemampuan dalam memberdayakan masyarakat melalui edukasi zakat.Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Bandung, H. Erwin, S.E., M.Pd., Dalam sambutannya beliau memberikan apresiasi atas upaya BAZNAS dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang zakat, dan menyampaikan keyakinannya terhadap peran penting Dai dalam penguatan literasi zakat. “Saya yakin pelatihan Dai ini akan memberikan kontribusi besar bagi perkembangan zakat. Para Dai dapat langsung menyampaikan pesan kebaikan kepada masyarakat dan menggerakkan mereka agar zakat menjadi gaya hidup. Jika setiap muslim membayar zakat tepat waktu dan sesuai aturan, kemiskinan akan berkurang dan kesejahteraan akan meningkat”. Ujar Kang Erwin.Pelatihan ini bertujuan untuk, membekali para Dai dengan kompetensi dakwah praktis zakat, meningkatkan kemandirian melalui wirausaha, serta membentuk Dai profesional yang mampu memberikan pemahaman mendalam tentang zakat dan memberdayakan masyarakat melalui edukasi zakat.
28/08/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Tingkatkan Generasi Peduli, BAZNAS Kota Bandung bina Duta Zakat di SDN 271 Panghegar
Tingkatkan Generasi Peduli, BAZNAS Kota Bandung bina Duta Zakat di SDN 271 Panghegar
Jum’at, 8 Agustus 2025, Mahasiswa Beasiswa Cendekia Bintang Talenta BAZNAS Kota Bandung melaksanakan program edukasi zakat, infak, dan sedekah di SDN 271 Panghegar dengan tema “Ayo Jadi Anak Hebat yang Suka Berbagi!”. Adapun BAZNAS Goes To School merupakan program BAZNAS Kota Bandung yang bertujuan untuk meningkatkan empati Civitas Sekolah di Kota Bandung Kegiatan ini mencakup ceramah ringan, permainan Pohon Kebaikan, serta mini workshop pembuatan Kotak Sedekah Anak Hebat. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami makna berbagi, menumbuhkan empati, dan membiasakan kebaikan sejak dini.Semoga langkah kecil ini menjadi awal terbentuknya generasi yang cerdas, peduli, dan berakhlak mulia.
27/08/2025 | BAZNAS Kota Bandung

Artikel Terbaru

Menghidupkan Sunnah Rasul melalui Zakat dan Sedekah
Menghidupkan Sunnah Rasul melalui Zakat dan Sedekah
Dalam kehidupan seorang muslim, cinta kepada Rasulullah SAW bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi diwujudkan dengan amal nyata. Salah satu bentuk kecintaan itu adalah dengan sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW. Rasulullah adalah teladan agung dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam hal kepedulian sosial dan kedermawanan. Beliau dikenal sebagai sosok yang sangat pemurah, dermawan, dan tidak pernah menolak permintaan orang yang membutuhkan. Bagi umat Islam, meneladani beliau berarti mencontoh akhlaknya, salah satunya melalui sedekah. Dengan sedekah, seorang muslim dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menunjukkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW yang telah mengajarkan pentingnya berbagi. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang keutamaan sedekah, hubungannya dengan cinta kepada Rasulullah SAW, serta bagaimana praktiknya dalam kehidupan sehari-hari. 1. Teladan Rasulullah SAW dalam Bersedekah Rasulullah SAW adalah figur utama yang menjadi teladan bagi umat Islam. Beliau tidak hanya memerintahkan umatnya untuk bersedekah, tetapi juga mencontohkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, diceritakan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menyimpan harta terlalu lama. Setiap kali ada yang datang meminta, beliau segera memberikannya, bahkan ketika beliau sendiri dalam keadaan terbatas. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW, karena beliau mengajarkan bahwa harta bukanlah sesuatu yang mutlak dimiliki, melainkan titipan Allah untuk digunakan di jalan kebaikan. Kedua, dalam berbagai riwayat, Rasulullah SAW sering mengutamakan orang lain di atas dirinya sendiri. Bahkan saat beliau memiliki satu potong kurma, kurma itu tetap dibagikan kepada yang membutuhkan. Keteladanan ini menjadi motivasi bagi kita untuk meneladani akhlak mulia beliau. Ketiga, Rasulullah SAW menekankan bahwa sedekah tidak harus berupa harta yang besar. Senyum kepada saudara muslim, menyingkirkan duri dari jalan, atau memberikan bantuan kecil pun dihitung sebagai sedekah. Maka, siapa pun bisa bersedekah sesuai dengan kemampuannya. Keempat, keteladanan beliau dalam kedermawanan semakin jelas terlihat saat bulan Ramadan. Rasulullah SAW menjadi jauh lebih dermawan daripada angin yang berhembus. Inilah yang mendorong umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum utama dalam meningkatkan sedekah. Kelima, dengan meneladani sifat dermawan Rasulullah SAW, kita sebenarnya sedang menunjukkan rasa cinta kita kepada beliau. Karena itu, mengikuti jejak beliau dalam bersedekah merupakan bagian dari implementasi sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW. 2. Keutamaan Sedekah dalam Islam Islam menjelaskan banyak keutamaan sedekah, baik di dunia maupun di akhirat. Sedekah bukan hanya memberikan manfaat kepada penerima, tetapi juga kepada pemberinya. Pertama, sedekah dapat menghapus dosa. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan, “Sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” Dengan demikian, sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW juga berarti membersihkan diri dari kesalahan dan mendekatkan diri kepada Allah. Kedua, sedekah menjadi sebab turunnya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Orang yang dermawan akan selalu dimudahkan rezekinya, bahkan dalam kondisi sulit sekalipun. Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim). Ketiga, sedekah membawa ketenangan jiwa. Orang yang ikhlas bersedekah akan merasakan kebahagiaan batin yang tidak bisa diukur dengan materi. Dengan memberi, hati menjadi lebih lapang dan jauh dari sifat tamak. Keempat, sedekah menjadi benteng dari musibah. Dalam hadis riwayat Thabrani disebutkan, “Bersegeralah bersedekah, karena musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah.” Hal ini menunjukkan bahwa sedekah bukan hanya amal ibadah, tetapi juga perlindungan. Kelima, sedekah akan menjadi investasi akhirat. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261). Dengan demikian, sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW memberikan manfaat ganda: kebaikan dunia sekaligus tabungan pahala di akhirat. 3. Mengapa Sedekah Disebut Wujud Cinta kepada Rasulullah SAW? Rasa cinta kepada Rasulullah SAW tidak hanya dibuktikan dengan ucapan shalawat atau perayaan maulid, tetapi juga dengan meneladani akhlak beliau. Pertama, Rasulullah SAW adalah pribadi yang penuh kasih sayang kepada umatnya. Beliau mengajarkan agar umat Islam tidak hanya mementingkan dirinya sendiri, tetapi juga peduli kepada sesama. Maka, ketika kita bersedekah, sejatinya kita sedang menjalankan ajaran beliau. Kedua, sedekah menjadi bukti nyata implementasi sunnah Nabi. Jika kita benar-benar mencintai beliau, maka kita akan berusaha menjalankan sunnahnya, termasuk dalam hal berbagi kepada yang membutuhkan. Itulah makna sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW. Ketiga, sedekah memperkuat ukhuwah Islamiyah. Rasulullah SAW selalu menekankan pentingnya persaudaraan antarumat Islam. Dengan bersedekah, kita membantu meringankan beban saudara kita, sehingga tercipta hubungan yang lebih erat. Keempat, cinta kepada Rasulullah SAW identik dengan ketaatan kepada Allah SWT. Karena Rasulullah adalah utusan Allah, maka mengikuti beliau sama artinya dengan menjalankan perintah Allah. Dan sedekah adalah bagian dari perintah itu. Kelima, bersedekah dengan niat cinta kepada Rasulullah SAW akan melipatgandakan pahala. Karena kita tidak hanya mencari ridha Allah, tetapi juga ingin meneladani sang teladan terbaik, Nabi Muhammad SAW. 4. Cara Praktis Menjadikan Sedekah sebagai Bentuk Cinta kepada Rasulullah SAW Bersedekah bisa dilakukan dengan berbagai cara, dan semua orang mampu melakukannya sesuai kapasitas masing-masing. Pertama, sedekah dengan harta. Ini adalah bentuk sedekah yang paling umum, seperti memberikan makanan kepada fakir miskin, menyumbang masjid, atau membantu biaya pendidikan anak yatim. Kedua, sedekah dengan tenaga. Rasulullah SAW bersabda bahwa menyingkirkan gangguan dari jalan adalah bentuk sedekah. Artinya, membantu orang lain dengan tenaga juga termasuk ibadah. Ketiga, sedekah dengan ilmu. Mengajarkan Al-Qur’an, memberi nasihat, atau menyebarkan pengetahuan bermanfaat adalah bagian dari sedekah. Rasulullah SAW adalah guru terbaik, maka mengikuti beliau dengan menyebarkan ilmu adalah bentuk cinta nyata. Keempat, sedekah dengan senyum dan akhlak mulia. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa senyum kepada saudara adalah sedekah. Maka, akhlak yang baik pun termasuk sedekah yang mencerminkan cinta kita kepada beliau. Kelima, sedekah secara rutin. Rasulullah SAW lebih menyukai amal yang dilakukan secara konsisten, meskipun kecil. Maka, untuk menunjukkan sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW, sebaiknya kita melakukannya setiap hari, meskipun sedikit. 5. Sedekah dalam Konteks Kehidupan Modern Di era modern, sedekah semakin mudah dilakukan. Teknologi memberikan banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh umat Islam. Pertama, kini banyak lembaga zakat, infaq, dan sedekah yang menyediakan platform digital. Umat Islam bisa bersedekah melalui transfer bank, aplikasi, atau bahkan dompet digital. Kedua, sedekah juga bisa berupa donasi kemanusiaan global, misalnya untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina, Suriah, atau daerah lain yang tertimpa musibah. Hal ini sesuai dengan semangat kasih sayang yang diajarkan Rasulullah SAW. Ketiga, sedekah bisa diwujudkan dalam bentuk pemberdayaan ekonomi umat. Misalnya, mendukung UMKM, membantu modal usaha kecil, atau program sosial yang berkelanjutan. Dengan begitu, manfaat sedekah tidak hanya jangka pendek, tetapi juga jangka panjang. Keempat, sedekah bisa dilakukan melalui gerakan sosial, seperti berbagi makanan gratis, memberikan beasiswa, atau mendukung program kesehatan masyarakat. Semua ini adalah wujud kepedulian yang diajarkan Rasulullah SAW. Kelima, dengan memanfaatkan teknologi dan peluang di era modern, kita bisa semakin mempermudah praktik sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW, sehingga lebih banyak orang yang merasakan manfaatnya. Cinta kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam bentuk nyata, bukan sekadar ucapan. Salah satu wujud nyata itu adalah sedekah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW. Dengan bersedekah, kita meneladani sifat dermawan beliau, mendapatkan keutamaan dunia dan akhirat, serta memperkuat ukhuwah antarumat Islam. Di tengah kehidupan modern, sedekah semakin mudah dilakukan. Mulai dari sedekah harta, ilmu, tenaga, hingga akhlak mulia, semuanya bisa menjadi bentuk cinta kita kepada Rasulullah SAW. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang istiqamah dalam bersedekah, sehingga kelak mendapat syafaat dari beliau di hari kiamat.
04/09/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Teladan Sedekah Rasulullah untuk Umat Islam
Teladan Sedekah Rasulullah untuk Umat Islam
Rasulullah Muhammad SAW adalah contoh utama bagi umat Islam dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam perbuatan bersedekah. Beliau mengajarkan kepada umatnya tentang pentingnya memberikan kepada yang membutuhkan serta memberikan teladan langsung dalam tindakan bersedekah. Mari kita mengenal lebih dekat bagaimana Rasulullah dalam bersedekah melalui kisah-kisah yang tercatat dalam sejarah Islam. 1. Kemurahan Hati Rasulullah Rasulullah dikenal dengan sifat kemurahan hatinya yang luar biasa. Beliau tidak pernah ragu untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, baik dalam bentuk harta maupun dalam bentuk nasihat dan perlindungan. Beliau mengajarkan kepada umatnya bahwa bersedekah tidak hanya tentang memberikan harta, tetapi juga tentang memberikan kebaikan dengan segala cara yang dimungkinkan. 2. Menyantuni Kaum Miskin dan Yatim Salah satu tindakan bersedekah Rasulullah yang paling terkenal adalah menyantuni kaum miskin dan yatim. Beliau selalu memperhatikan kebutuhan mereka dan memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya. Rasulullah mengajarkan kepada umatnya bahwa menyantuni kaum miskin dan yatim merupakan salah satu amal yang paling dicintai oleh Allah SWT. 3. Bersedekah dalam Bentuk Nasihat dan Doa Tidak hanya dalam bentuk materi, Rasulullah juga memberikan sedekah dalam bentuk nasihat dan doa kepada umatnya. Beliau selalu memberikan motivasi dan dorongan kepada para sahabatnya untuk berbuat kebaikan dan membantu sesama. Rasulullah juga selalu mendoakan kebaikan bagi umatnya, agar mereka selalu diberi kekuatan untuk berbuat baik dan mendapatkan keberkahan dalam hidup. 4. Memberikan Contoh Kebaikan dalam Kehidupan Sehari-hari Rasulullah tidak hanya memberikan contoh kebaikan dalam bentuk bersedekah secara besar-besaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Beliau selalu menjadi teladan bagi umatnya dalam segala hal, termasuk dalam sikap dermawan dan murah hati. Rasulullah mengajarkan bahwa bersedekah bukanlah tindakan yang sulit dilakukan, melainkan tindakan yang seharusnya dilakukan oleh setiap muslim. 5. Bersedekah dengan Tulus dan Ikhlas Salah satu pelajaran penting yang dapat kita ambil dari kisah bersedekah Rasulullah adalah pentingnya bersedekah dengan tulus dan ikhlas. Beliau selalu mengajarkan kepada umatnya bahwa bersedekah bukanlah untuk mencari pujian atau balasan dari manusia, tetapi semata-mata untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT. Rasulullah mencontohkan betapa pentingnya niat yang tulus dalam setiap amal kebaikan yang dilakukan. Kisah bersedekah Rasulullah memberikan inspirasi dan motivasi bagi umat Islam untuk mengikuti jejak beliau dalam berbuat kebaikan. Beliau mengajarkan bahwa bersedekah bukanlah tindakan yang sulit dilakukan, tetapi merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membantu sesama. Dengan mengikuti contoh Rasulullah dalam bersedekah, kita dapat menjadi lebih baik dalam berbuat kebaikan dan mendapatkan keberkahan dalam hidup ini.
03/09/2025 | BAZNAS Kota Bandung
Infak Tak Harus Banyak: Keikhlasan yang Membuka Rahmat Allah
Infak Tak Harus Banyak: Keikhlasan yang Membuka Rahmat Allah
Infak merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Namun, sering kali muncul anggapan bahwa infak harus dalam jumlah yang besar untuk mendapatkan pahala yang maksimal. Padahal, sebenarnya infak tidak harus banyak; yang terpenting adalah keikhlasan niat di balik setiap sedekah yang kita berikan. Keikhlasan adalah kunci utama dalam berinfak. Allah SWT melihat niat hati kita, bukan semata-mata jumlah harta yang dikeluarkan. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman bahwa Dia akan menerima amal yang dilakukan dengan penuh keikhlasan. Seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Hurairah, pernah menceritakan bahwa sekecil apapun infak yang diberikan dengan niat yang tulus, akan mendapatkan balasan yang lebih besar dari Allah. Infak yang dilakukan dengan ikhlas akan membuka rahmat dan berkah dari Allah. Dengan memberikan sedikit harta kita, baik berupa uang, makanan, atau barang yang masih layak pakai, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga membersihkan jiwa dari sifat kikir dan egois. Setiap rupiah yang dikeluarkan dengan niat yang baik akan mendatangkan ridha Allah dan mendekatkan kita kepada-Nya. Mari kita mulai untuk berinfak, meskipun dalam jumlah yang kecil. Ingatlah bahwa setiap amal baik yang kita lakukan, termasuk infak, akan menjadi investasi kita di akhirat. Dengan keikhlasan, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga mendapatkan rahmat dan berkah yang tiada tara dari Allah. Semoga setiap langkah kita dalam berinfak menjadi jalan menuju kebaikan dan kebahagiaan dunia serta akhirat. Kebaikan tidak perlu ditunda. Dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kota Bandung, Anda turut membantu sesama dan memperkuat solidaritas umat. Salurkan kebaikan Anda dengan mudah dan aman melalui layanan resmi kami. Transfer melalui: Bank BCA 810.132.2025 Bank BJB Syariah 546.010.200.7270 Bank Mandiri 130.003.000.2722 a.n. BAZNAS Kota Bandung Infak BSI 771.451.4517 BCA 810.143.2025 a.n BAZNAS Kota Bandung Donasi Kemanusiaan Palestina BJB 000.00.202.111.11 a.n BAZNAS Kota Bandung Atau melalui Website: kotabandung.baznas.go.id/bayarzakat Konfirmasi & Konsultasi ZIS: WhatsApp Center: 0853-5330-7128
29/08/2025 | BAZNAS Kota Bandung

BAZNAS TV